Wali Kota Hebron: 'Kami Tidak Dilindungi' saat Israel Perluas Kontrol di Tepi Barat

ED
Sabtu, 14 Februari 2026 | 14:04 WIB
Bagikan
Wali Kota Hebron: 'Kami Tidak Dilindungi' saat Israel Perluas Kontrol di Tepi Barat
1" data-turn-id="request-WEB:34ff1657-10cb-4197-9aff-af0fec28a5a1-15" data-testid="conversation-turn-4" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant">

VISI.NEWS | BANDUNG Pemerintah Palestina di Hebron menyuarakan kekhawatiran mendalam setelah kabinet keamanan Israel menyetujui perluasan kontrol di Tepi Barat, termasuk pengambilalihan kewenangan sipil di wilayah yang selama ini berada di bawah otoritas Palestina. Penjabat Wali Kota Hebron, Asma al-Sharabati, menyebut langkah terbaru tersebut sebagai “akhir dari jalan” bagi proses negosiasi Israel–Palestina yang dibangun sejak Perjanjian Oslo tiga dekade lalu.

Pada Minggu lalu, kabinet keamanan Israel mengesahkan perubahan besar terhadap pembagian kewenangan di Tepi Barat yang sebelumnya diatur dalam Kesepakatan Oslo yang ditandatangani pemimpin Israel dan Palestina pada 1990-an. Kebijakan baru itu mencakup perluasan kontrol Israel dari sekadar pendudukan militer menjadi pengelolaan layanan sipil di sejumlah area yang dikelola Otoritas Palestina, serta pemberian kewenangan luas untuk mengambil alih apa yang disebut sebagai “situs warisan” di seluruh Tepi Barat dengan dalih perlindungan sumber daya air, lingkungan, dan arkeologi.

Israel juga berencana mengambil alih otoritas perencanaan di kompleks Gua Para Leluhur—salah satu situs tersuci dalam Yudaisme—yang berada di dalam Masjid Ibrahimi di Hebron. Kota Hebron sendiri dikenal sebagai salah satu titik paling sensitif di Tepi Barat. Kota ini terbagi, dengan ratusan pemukim Israel tinggal berdampingan dengan warga Palestina di bawah penjagaan militer Israel yang ketat.

Asma al-Sharabati mengatakan kebijakan tersebut akan menyingkirkan otoritas Palestina dari setiap keputusan terkait tata kota dan pembangunan.

“Sekarang mereka bisa dengan mudah meletakkan tangan mereka pada bangunan mana pun dan menyatakan itu sebagai bangunan kuno, dan otoritas Palestina tidak dilibatkan dalam keputusan apa pun tentang perencanaan kota atau pengembangan wilayah,” ujarnya.

Ia mengaku tidak menerima pemberitahuan resmi mengenai rencana Israel tersebut dan hanya mengetahui detailnya dari pemberitaan media Israel.

Beberapa meter dari pasar sayur Hebron yang ramai, suasana berubah drastis setelah melewati gerbang baja pos pemeriksaan Israel. Di kawasan yang dikenal sebagai H2, toko-toko Palestina banyak yang tutup dan sejumlah jalan diblokir demi melindungi para pemukim Israel. Issa Amro, seorang aktivis Palestina yang tinggal di area itu, menggambarkan situasi yang semakin menekan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.