Wali Kota Bandung Serukan Penghapusan Budaya Kekerasan di Masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Farhan memberikan pesan khusus kepada seluruh jajaran aparat pemerintah dan para kader yang hadir untuk mengimplementasikan tiga kunci utama dalam menghadapi kasus kekerasan: Layanan, Cepat, dan Tanggap. "Layanan cepat tanggap adalah satu-satunya cara untuk menunjukkan bahwa Pemerintahan Kota Bandung hadir di tengah masyarakat. Jangan sampai sebuah masalah berlarut-larut baru kita turun tangan," perintah Farhan, menegaskan pentingnya respons yang cepat dan tepat terhadap setiap kasus kekerasan.
Kepala DP3A Kota Bandung, Uum Sumiati, yang juga hadir dalam acara tersebut, menjelaskan bahwa Senandung Perdana adalah program holistik yang melibatkan berbagai pihak, termasuk rumah sakit, kepolisian, dan dinas terkait. Program ini mencakup pencegahan melalui edukasi di sekolah-sekolah dan di lingkungan masyarakat, serta penanganan terintegrasi untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan yang optimal.
Uum juga memberikan kabar baik terkait penurunan kasus kekerasan terhadap perempuan dalam tiga tahun terakhir. "Kasus kekerasan terhadap perempuan dalam tiga tahun terakhir semakin menurun. Untuk anak, setelah sempat naik, trennya juga mulai turun di tahun 2024 ini," ujarnya dengan optimis, berkat upaya edukasi dan intervensi yang terus dilakukan oleh pihak pemerintah dan masyarakat.
Sebagai tambahan, Uum mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi Senandung Perdana yang bisa diunduh melalui Play Store sebagai saluran pelaporan yang aman, mudah, dan terintegrasi. Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi media bagi masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan dengan cepat dan efisien, sehingga penanganannya bisa lebih maksimal.
Dengan adanya acara Senandung Perdana ini, Wali Kota Farhan berharap budaya kekerasan dapat benar-benar dihilangkan dari masyarakat, dan masyarakat Kota Bandung dapat hidup dengan aman, damai, dan saling menghargai. Farhan mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi perempuan, anak, dan seluruh lapisan masyarakat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!