Wali Kota Bandung Serukan Penghapusan Budaya Kekerasan di Masyarakat

ED
Rabu, 29 Oktober 2025 | 03:57 WIB
Bagikan
Wali Kota Bandung Serukan Penghapusan Budaya Kekerasan di Masyarakat

VISI.NEWS | BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengeluarkan seruan tegas untuk mengikis habis budaya kekerasan di masyarakat, baik yang berbentuk fisik maupun psikis. Seruan ini disampaikan dalam acara Sekolah dan Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak (Senandung Perdana) yang diadakan di Aula Kecamatan Cidadap pada Selasa (28/10/2025. Farhan menegaskan pentingnya responsifitas birokrasi dalam mengatasi masalah kekerasan yang berkembang, yang menurutnya merupakan akibat dari ketimpangan relasi kuasa yang merusak peradaban.

Acara yang digagas oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung ini dihadiri oleh puluhan kader dari berbagai kecamatan seperti Cidadap, Coblong, dan Bandung Wetan. Kader-kader ini diminta untuk menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan kekerasan, khususnya terhadap perempuan dan anak-anak. Farhan berharap mereka dapat menjalankan peran mereka dengan komitmen dan kesungguhan hati.

Wali Kota Farhan juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap laporan kekerasan yang melibatkan anak di bawah umur, termasuk kasus penangkapan remaja yang terlibat dalam tindakan kekerasan untuk "naik kelas" dalam hierarki geng motor. "Kekerasan tidak hanya fisik, tapi juga psikis. Dan yang mengkhawatirkan, di beberapa kelompok, kekerasan justru menjadi kebudayaan. Ini adalah jejak yang melahirkan anak-anak yang percaya bahwa satu-satunya cara bertahan hidup adalah dengan kekerasan," ujarnya dengan nada khawatir.

Farhan menegaskan bahwa fenomena kekerasan yang menjadi budaya ini sangat berbahaya karena dapat merusak tatanan moral dan perilaku generasi muda. Oleh karena itu, ia mendesak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi budaya kekerasan yang semakin mengakar di kalangan remaja dan kelompok-kelompok marginal.

Selain itu, Wali Kota Farhan juga mengecam stigma sosial yang sering kali menyalahkan korban, terutama perempuan dan anak-anak. "Jangan sampai masyarakat mencibir korban pelecehan seksual, apalagi sampai menstigma. Dalam perspektif hukum perlindungan anak, semuanya adalah korban, terlepas dari tindakannya, karena keadilan harus dipraktikkan," tegas Farhan, yang menunjukkan perhatian besar terhadap perlindungan korban kekerasan.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan memberikan pesan khusus kepada seluruh jajaran aparat pemerintah dan para kader yang hadir untuk mengimplementasikan tiga kunci utama dalam menghadapi kasus kekerasan: Layanan, Cepat, dan Tanggap. "Layanan cepat tanggap adalah satu-satunya cara untuk menunjukkan bahwa Pemerintahan Kota Bandung hadir di tengah masyarakat. Jangan sampai sebuah masalah berlarut-larut baru kita turun tangan," perintah Farhan, menegaskan pentingnya respons yang cepat dan tepat terhadap setiap kasus kekerasan.

Kepala DP3A Kota Bandung, Uum Sumiati, yang juga hadir dalam acara tersebut, menjelaskan bahwa Senandung Perdana adalah program holistik yang melibatkan berbagai pihak, termasuk rumah sakit, kepolisian, dan dinas terkait. Program ini mencakup pencegahan melalui edukasi di sekolah-sekolah dan di lingkungan masyarakat, serta penanganan terintegrasi untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan yang optimal.

Uum juga memberikan kabar baik terkait penurunan kasus kekerasan terhadap perempuan dalam tiga tahun terakhir. "Kasus kekerasan terhadap perempuan dalam tiga tahun terakhir semakin menurun. Untuk anak, setelah sempat naik, trennya juga mulai turun di tahun 2024 ini," ujarnya dengan optimis, berkat upaya edukasi dan intervensi yang terus dilakukan oleh pihak pemerintah dan masyarakat.

Sebagai tambahan, Uum mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi Senandung Perdana yang bisa diunduh melalui Play Store sebagai saluran pelaporan yang aman, mudah, dan terintegrasi. Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi media bagi masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan dengan cepat dan efisien, sehingga penanganannya bisa lebih maksimal.

Dengan adanya acara Senandung Perdana ini, Wali Kota Farhan berharap budaya kekerasan dapat benar-benar dihilangkan dari masyarakat, dan masyarakat Kota Bandung dapat hidup dengan aman, damai, dan saling menghargai. Farhan mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi perempuan, anak, dan seluruh lapisan masyarakat.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.