Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026

Walhi sebut Program Citarum Harum Belum Berhasil, "Tidak usah ada Citarum jilid dua"

ED
Selasa, 21 Mei 2024 | 22:37 WIB
Bagikan
Walhi sebut Program Citarum Harum Belum Berhasil, "Tidak usah ada Citarum jilid dua"

Kemudian keempat, bentuk anggaran yang fantastis bukan hanya bersumber dari APBN, ada sumber anggaran bersifat hutang juga, terakhir yang diketahui oleh Walhi seperti konsep kerjasama antara pemerintah dengan world bank yang dimana diletakkan masalah lahan kritis, sampah dan lain sebagainya.

"Kami tidak mengetahui secara detail sumber anggaran untuk program Citarum Harum itu berapa totalnya. Ini harus dipublikasikan dan harus disampaikan karena pada proses tahap evaluasi program Citarum Harum tahun ke tahunnya saya pikir tidak melibatkan secara komprehensif untuk mengundang komunitas dan masyarakat dan yang lainnya bahwa Citarum Harum itu sudah sejauh mana," katanya.

Kelima kata dia, partisipasi dalam proses perencanaan, pengawasan dan evaluasi pihaknya menegaskan dan menganggap itu tidak dijalankan. Kalaupun misalnya dijalankan, kenapa sebagai organisasi yang konsen akan lingkungan itu, tidak diajak pada media atau ruang-ruang pengawasan termasuk evaluasi.

"Melalui lima indikator itu yang kemudian menjadi salah satu sikap kami tidak setuju kegiatan WWF bahwa Citarum dijadikan showcase keberhasilan," tuturnya.

Selanjutnya Kang Iwang Sapaan akrab Kurniawan menambahkan, target Gubernur yang mengatakan sebagai ketua Satgas capaian program Citarum Harum itu, pertahun harus mendapat 20%, artinya tersisa 11 bulan lagi mencapai 80%.

"Kami juga dalam hal ini tidak setuju, karena target 80% atau pertahunnya 20% parameter indikatornya kelima itu juga, program Citarum Harum ini tidak berhasil," katanya.

Tulisan "Zero Tolerance Policy" yang dibentangkan dalam spanduk saat aksinya kemarin, sempat menohok dan menjadi perhatian warga.

Para pegiat dan komunitas lingkungan tersebut juga mengkritisi Perpres nomor 15 Tahun 2018 tentang percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan daerah aliran sungai. Mereka menganggap hal itu keliru dan tidak tepat untuk menyasar pencemaran industri maupun kerusakan sungai dengan bahasa pengendalian.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.