Walhi sebut Program Citarum Harum Belum Berhasil, "Tidak usah ada Citarum jilid dua"
Kemudian keempat, bentuk anggaran yang fantastis bukan hanya bersumber dari APBN, ada sumber anggaran bersifat hutang juga, terakhir yang diketahui oleh Walhi seperti konsep kerjasama antara pemerintah dengan world bank yang dimana diletakkan masalah lahan kritis, sampah dan lain sebagainya.
"Kami tidak mengetahui secara detail sumber anggaran untuk program Citarum Harum itu berapa totalnya. Ini harus dipublikasikan dan harus disampaikan karena pada proses tahap evaluasi program Citarum Harum tahun ke tahunnya saya pikir tidak melibatkan secara komprehensif untuk mengundang komunitas dan masyarakat dan yang lainnya bahwa Citarum Harum itu sudah sejauh mana," katanya.
Kelima kata dia, partisipasi dalam proses perencanaan, pengawasan dan evaluasi pihaknya menegaskan dan menganggap itu tidak dijalankan. Kalaupun misalnya dijalankan, kenapa sebagai organisasi yang konsen akan lingkungan itu, tidak diajak pada media atau ruang-ruang pengawasan termasuk evaluasi.
"Melalui lima indikator itu yang kemudian menjadi salah satu sikap kami tidak setuju kegiatan WWF bahwa Citarum dijadikan showcase keberhasilan," tuturnya.
Selanjutnya Kang Iwang Sapaan akrab Kurniawan menambahkan, target Gubernur yang mengatakan sebagai ketua Satgas capaian program Citarum Harum itu, pertahun harus mendapat 20%, artinya tersisa 11 bulan lagi mencapai 80%.
"Kami juga dalam hal ini tidak setuju, karena target 80% atau pertahunnya 20% parameter indikatornya kelima itu juga, program Citarum Harum ini tidak berhasil," katanya.
Tulisan "Zero Tolerance Policy" yang dibentangkan dalam spanduk saat aksinya kemarin, sempat menohok dan menjadi perhatian warga.
Para pegiat dan komunitas lingkungan tersebut juga mengkritisi Perpres nomor 15 Tahun 2018 tentang percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan daerah aliran sungai. Mereka menganggap hal itu keliru dan tidak tepat untuk menyasar pencemaran industri maupun kerusakan sungai dengan bahasa pengendalian.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!