Walhi sebut Program Citarum Harum Belum Berhasil, "Tidak usah ada Citarum jilid dua"
"Sikap yang seharusnya diambil pemerintah adalah saat ini bukan lagi pengendalian, tapi penghentian, kami tidak terima jika perpres itu diperpanjang dengan masa transisi yang tinggal 11 bulan lagi, kami juga beranggapan tidak harus ada program Citarum jilid 2," tuturnya.
Diketahui, lima tahun lalu, Sungai Citarum menempati peringkat ketiga dari sepuluh daerah terkotor di dunia. Gelar itu bersumber dari laporan Green Cross Switzerland dan Blacksmith Institute pada tahun 2013.
Untuk itu, berbagai jurus telah pemerintah keluarkan sebagai terobosan untuk merevitalisasi Sungai Citarum. Mulai dari program Citarum Bergetar (2004) dan Citarum Bestari (2014) yang digawangi pemerintah daerah, hingga Citarum Harum 2018 sampai saat ini, yang langsung melibatkan pemerintah pusat.
"Kita, patut kritis untuk hal ini. Diakui atau tidak, selama 30 tahun ke belakang berbagai program, gerakan, dan bantuan dana yang diberikan tidak memberikan dampak yang signifikan. Citarum tetap tercemar berat oleh limbah industri maupun sampah dan limbah rumah tangga," tukasnya. @gvr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!