Walhi sebut Program Citarum Harum Belum Berhasil, "Tidak usah ada Citarum jilid dua"

ED
Selasa, 21 Mei 2024 | 22:37 WIB
Bagikan
Walhi sebut Program Citarum Harum Belum Berhasil, "Tidak usah ada Citarum jilid dua"

VISI.NEWS | BALEENDAH - Para pegiat dan komunitas lingkungan mengadakan aksi kampanye Sungai Citarum, tepatnya di Sektor 7 Satgas Citarum Harum, Rancamanyar Baleendah Kabupaten Bandung, baru-baru ini.

Kegiatan tersebut, di ikuti dan melibatkan diantaranya Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat, Forum Komunikasi Kader Konservasi Jawa Barat (FK3I Jabar), Parahyangan Kayak dan Mapala Bandung Raya.

Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat Wahyudin menyampaikan kegiatan tersebut, merupakan sikap dari tidak adanya perubahan atau kejelasan soal kondisi permasalahan yang masih sampai saat ini melanda Sungai Citarum.

Wahyudin menyampaikan aksi itu juga merupakan respon dari kegiatan Forum Air Dunia atau World Water Forum (WWF) ke- 10 di Bali 18-25 Mei 2024. Dimana Pemerintah Indonesia, kata dia, memaparkan soal showcase Citarum yang dinggap berhasil. Padahal masih terdapat beberapa indikator yang bisa menggugurkan hal itu.

"Pertama, Citarum dijadikan show case sebagai bentuk keberhasilan dan disampaikan pada kegiatan WWF. Tentu kami tidak setuju dengan showcase itu, karena ini citarum masih rusak wilayah lahan kritis di hulunya belum menyusut pada saat musim hujan banjir bandang, banjir lumpur dan longsor masih kerap terjadi, bahkan kemarin saja kejadian banjir bandang dan longsor di Kertasari itu sampai menyebabkan satu orang warga meninggal dunia dan beberapa warga juga mengalami luka-luka," katanya, kepada VISI.NEWS Selasa (21/5/2024).

Kedua, pihaknya tidak sependapat dengan klaim Pemprov Jabar bahwa Indeks Kualitas air sungai Citarum dalam kategori tercemar ringan. Karena industri hingga saat ini masih melakukan pencemaran limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang secara langsung ke anak sungai maupun ke sungai itu sendiri.

Ketiga, ia juga menyoroti soal sampah, memang sampah tidak terlihat menggunung di bantaran dan di muara sungai atau badan sungai, akan tetapi saat musim hujan sungai masih menjadi media untuk pembuangan sampah. "Baik sampah domestik dan sampah paracetamol kami masih menemukan, nah ini yang menjadi parameter dan indikator bahwa dari Citarum masih rusak," ujarnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.