Pemkab Jember Gratiskan Pengobatan Korban Dugaan Keracunan MBG 16 Jul 2026 Puluhan Siswa Alami Gangguan Pencernaan, SPPG Karangsono Dihentikan Sementara 16 Jul 2026 ATR/BPN Pastikan Pendaftaran Tanah Ulayat Perkuat Perlindungan Hak Masyarakat Adat 16 Jul 2026 Reses di Kencong, Indi Naidha Prioritaskan Penguatan Kesejahteraan Sosial Warga 16 Jul 2026 Habib Syarief: Anggaran Riset Harus Diperkuat agar Kampus Indonesia Tembus 100 Besar Dunia 16 Jul 2026 Syarat Dapat Tiket Gratis Ancol saat Hari Anak Nasional 16 Jul 2026 Kemnaker Perbarui Pelatihan Pejabat Fungsional Berbasis Kompetensi 16 Jul 2026 Indonesia Masuk Negara dengan Kebebasan Akademik Terendah 16 Jul 2026 Indonesia–India Bahas Strategi Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja di Era Digital 16 Jul 2026 Perjuangkan Aspirasi Rakyat Bengkulu, Erna Desak Pemerintah Benahi Pelabuhan Pulau Bai 16 Jul 2026 Pemkab Jember Gratiskan Pengobatan Korban Dugaan Keracunan MBG 16 Jul 2026 Puluhan Siswa Alami Gangguan Pencernaan, SPPG Karangsono Dihentikan Sementara 16 Jul 2026 ATR/BPN Pastikan Pendaftaran Tanah Ulayat Perkuat Perlindungan Hak Masyarakat Adat 16 Jul 2026 Reses di Kencong, Indi Naidha Prioritaskan Penguatan Kesejahteraan Sosial Warga 16 Jul 2026 Habib Syarief: Anggaran Riset Harus Diperkuat agar Kampus Indonesia Tembus 100 Besar Dunia 16 Jul 2026 Syarat Dapat Tiket Gratis Ancol saat Hari Anak Nasional 16 Jul 2026 Kemnaker Perbarui Pelatihan Pejabat Fungsional Berbasis Kompetensi 16 Jul 2026 Indonesia Masuk Negara dengan Kebebasan Akademik Terendah 16 Jul 2026 Indonesia–India Bahas Strategi Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja di Era Digital 16 Jul 2026 Perjuangkan Aspirasi Rakyat Bengkulu, Erna Desak Pemerintah Benahi Pelabuhan Pulau Bai 16 Jul 2026

Waisak 2026 di Borobudur, Simak Jadwal dan Aturannya

Desi Rossilawati
Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:40 WIB
Bagikan

VISI.NEWS | JAWA TENGAH - Peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE tahun 2026 kembali dipusatkan di kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah. Sebagai candi Buddha terbesar di dunia, Borobudur tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan umat Buddha, tetapi juga destinasi yang menarik perhatian ribuan wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara.

Perayaan Waisak tahun ini diperkirakan berlangsung meriah sekaligus khidmat dengan berbagai rangkaian kegiatan yang dimulai sejak pagi hingga malam hari. Salah satu agenda yang paling dinantikan publik adalah prosesi pelepasan lampion yang menjadi simbol doa, harapan, dan kedamaian.

Bagi masyarakat yang berencana menghadiri perayaan Waisak di Borobudur pada Minggu (31/5/2026), penting untuk mengetahui jadwal kegiatan, penyesuaian operasional kawasan wisata, serta aturan yang wajib dipatuhi selama berada di area acara.

Rundown Acara Waisak 2026 di Candi Borobudur

Berdasarkan agenda resmi yang dirilis pengelola Taman Wisata Candi Borobudur bersama Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia (MBMI), rangkaian kegiatan akan berlangsung sebagai berikut:

• 09.00 sampai 19.00 WIB
Penukaran tiket pelepasan lampion.

• 10.00 sampai 11.00 WIB
Prosesi Waisak dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur.

• 11.30 sampai 17.20 WIB
Prosesi Waisak di Taman Kenari, Zona 1 Borobudur.

• 16.30 sampai 17.30 WIB
Open gate sesi pertama pelepasan lampion.

• 17.30 sampai 19.30 WIB
Pelaksanaan sesi pertama pelepasan lampion di Lapangan Marga Utama dan Taman Lumbini.

• 19.30 sampai 22.00 WIB
Dharmasanti atau seremonial Waisak 2570 BE di kawasan Taman Lumbini.

• 20.30 sampai 21.30 WIB
Open gate sesi kedua pelepasan lampion.

• 21.30 sampai 23.00 WIB
Pelaksanaan sesi kedua pelepasan lampion di Lapangan Marga Utama dan Taman Lumbini.

• 22.30 sampai 22.45 WIB
Pertunjukan drone show.

Pelepasan lampion diperkirakan kembali menjadi magnet utama acara karena menghadirkan pemandangan ribuan lampion yang diterbangkan secara bersamaan dengan latar megah Candi Borobudur.

Jam Operasional Candi Borobudur 31 Mei

Dalam rangka mendukung pelaksanaan Waisak, pengelola melakukan penyesuaian operasional kawasan wisata pada 31 Mei 2026.

Beberapa layanan yang ditutup untuk umum meliputi:

• Kunjungan naik ke struktur Candi Borobudur.

• Kunjungan area pelataran candi.

• Program Borobudur Sunrise dan Sunset.

• Dagi Abhinaya Picnic.

Sementara itu, kunjungan reguler masih diperbolehkan mulai pukul 07.00 hingga 14.00 WIB dengan akses terbatas hanya di kawasan taman atau Zona 2 Borobudur.

Setelah pukul 14.00 WIB, akses masuk kawasan Borobudur dikhususkan bagi peserta kegiatan Waisak yang telah memiliki hak akses sesuai ketentuan panitia.

Penyesuaian ini dilakukan untuk menjaga kelancaran rangkaian ibadah serta memberikan ruang yang memadai bagi pelaksanaan prosesi keagamaan.

Ketentuan Pengunjung Acara

Untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kekhusyukan selama perayaan berlangsung, pengunjung diwajibkan mematuhi sejumlah aturan yang telah ditetapkan panitia.

Ketentuan yang wajib dipatuhi:

• Menggunakan pakaian berwarna putih dan berpakaian sopan.

• Menjaga ketenangan selama acara berlangsung.

• Datang tepat waktu sesuai jadwal kegiatan.

• Menggunakan gelang resmi sebelum memasuki area Borobudur.

• Membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

• Mengawasi anak anak selama berada di lokasi acara.

• Memanfaatkan area khusus bagi lansia dan penyandang disabilitas.

• Membawa air minum menggunakan tumbler.

• Apabila membawa payung, disarankan menggunakan payung berwarna putih.

Selain itu, terdapat sejumlah larangan yang harus diperhatikan pengunjung.

Larangan selama acara berlangsung:

• Membawa makanan dan minuman berwarna ke area pelepasan lampion.

• Memanjat pagar pembatas.

• Merokok serta membawa obat obatan terlarang.

• Membawa kembang api maupun senjata tajam.

• Menerbangkan drone tanpa izin resmi.

• Memasuki area lampion tanpa tiket.

• Menggunakan tripod yang berpotensi mengganggu pengunjung lain.

• Mengambil foto atau video terlalu dekat dengan Bhikkhu yang sedang beribadah.

• Membawa pulang properti yang berada di area lampion.

• Membawa lampion dari luar selain yang telah disediakan panitia.

Panitia juga menegaskan bahwa pemeriksaan tas dan barang bawaan dapat dilakukan sebelum pengunjung memasuki area acara. Barang yang tidak sesuai dengan ketentuan berpotensi disita demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama.

Dari sisi konteks, perayaan Waisak di Borobudur bukan sekadar agenda keagamaan tahunan. Acara ini telah berkembang menjadi simbol toleransi, spiritualitas, dan daya tarik wisata budaya Indonesia di mata dunia. Karena itu, kepatuhan terhadap aturan yang berlaku menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan penuh makna bagi umat Buddha maupun masyarakat yang hadir menyaksikan.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.