Wafat di Bulan Ramadan, Benarkah Dijamin Masuk Surga?
Justru ketika kita mengaitkannya dengan tempat atau waktu seolah-olah kita membatasi rahmat Allah. Padahal, rahmat-Nya luas tanpa sekat. Poin pentingnya adalah amal saleh.
Ketika kita wafat sedang kita beramal saleh maka kelak kita dibangkitkan juga dalam kondisi beramal. Seperti keterangan dalam hadis riwayat Jabir bin Abdullah berikut.
يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ
Artinya, “Tiap manusia akan dibangkitkan sesuai dengan kondisinya saat meninggal”. (Muslim bin Al-Hajjaj, Shahih Muslim, , juz VIII, halaman 165)
Artinya, tatkala seseorang dicabut nyawanya sementara dia sedang beramal saleh, maka juga akan dibangkitkan dalam keadaan serupa. Hadis ini menjadi acuan kita untuk terus beramal saleh tiap waktu agar ketika hari kebangkitan (yaumul ba’ats) dalam kondisi taat dan beramal.
Mufti Mesir sekarang, Syekh Syauqi ‘Allam menjelaskan:
نرجو أن يكون هذا محل القبول والرجاء بسبب هذا الزمان أو المكان، وبلا شك فالصائم والحاج هما في طاعة، ومن مات على طاعة سيبعث على الكيفية التي مات عليها
Artinya, “Kita berharap itu menjadi tempat diterimanya orang tersebut dan pengharapan dengan perantara waktu (Ramadan) ini atau tempat mulia ini. Tidak diragukan lagi orang puasa dan orang haji pasti dalam kondisi taat dan orang yang meninggal dalam ketaatan akan dibangkitkan sesuai dengan cara saat ia mati.” (Darul Ifta' Mesir).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!