Visum Temukan Luka pada ASN Tewas di Bandara Juanda

Desi Rossilawati
Kamis, 25 Juni 2026 | 15:35 WIB
Bagikan
Visum Temukan Luka pada ASN Tewas di Bandara Juanda

Ilustrasi./visi.news/jatim.

VISI.NEWS | SIDOARJOHasil visum terhadap jenazah perempuan berinisial RJS (50), seorang aparatur sipil negara (ASN) yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, mengungkap adanya luka pada bagian telinga korban.

Ketua Tim Humas RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini, mengatakan tim forensik menemukan luka robek pada cuping telinga kiri yang diduga akibat benturan benda tumpul.

"Pada pemeriksaan luar ditemukan luka robek pada cuping telinga kiri yang diduga akibat kekerasan benda tumpul. Selain itu terdapat pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata," ujar Ni Made Wiatini dalam keterangannya dikutip, Kamis (25/6/2026).

Selain luka tersebut, tim forensik juga menemukan selaput lendir bibir atas dan bawah korban berwarna kebiruan. Kondisi itu umumnya ditemukan pada kasus yang berkaitan dengan gangguan pernapasan atau mati lemas.

Pada pemeriksaan bagian dalam tubuh, petugas menemukan lidah, epiglotis, dan saluran napas bagian atas berwarna merah kehitaman. Dinding lambung korban juga tampak berwarna merah kehitaman.

"Seluruh organ tubuh sudah menunjukkan tanda-tanda pembusukan. Perut yang tampak membesar bukan karena kehamilan, melainkan akibat proses pembusukan jenazah," terangnya.

Ni Made menjelaskan hasil pemeriksaan juga menunjukkan uji Kosmalin pada otot tangan kanan berwarna merah pucat. Namun demikian, penyebab pasti kematian korban masih belum dapat disimpulkan karena menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik.

Untuk kepentingan penyelidikan, sejumlah sampel telah dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur. Sampel tersebut meliputi ginjal kanan dan kiri, lambung beserta isinya, kuku jari telunjuk kanan dan kiri, serta swab vagina.

"Dari hasil swab vagina tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan seksual," tegasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari dua hingga tiga hari sebelum ditemukan di dalam kendaraan yang terparkir di kawasan Bandara Juanda.

"Hasil laboratorium forensik diperkirakan keluar sekitar satu minggu lagi. Saat ini kami belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian karena masih menunggu hasil uji toksikologi dan pemeriksaan laboratorium lainnya," pungkas Ni Made.

RJS diketahui merupakan Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Korban ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Toyota Kijang Innova berpelat merah pada Rabu (24/6/2026).

Saat ditemukan, korban berada di kursi penumpang depan sebelah kiri kendaraan. Berdasarkan data parkir, mobil tersebut telah berada di area Terminal 1 Bandara Internasional Juanda sejak Sabtu (20/6/2026) dan tidak tercatat keluar hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Penyidik masih menunggu hasil laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian korban sekaligus melengkapi proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.