Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026

VISITIZEN | Bau Menyengat dari Tumpukan Sampah Pasar Baleendah

ED
Minggu, 28 November 2021 | 05:25 WIB
Bagikan
VISITIZEN | Bau Menyengat dari Tumpukan Sampah Pasar Baleendah

VISI.NEWS | BALEENDAH - Pemandangan kurang sedap, terlihat ketika masuk ke Pasar Baleendah di kawasan Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Tumpukan sampah menggunung, di tambah saluran drainase yang masih tersumbat, hingga seperti dirilis oleh penulis pada tanggal. 24 Oktober 2021, VISI.NEWS, dengan judul " Pembangunan Pasar Baleendah Tanpa Drainase".

Kita tidak menapikan bahwa, persoalan sampah adalah persoalan tak mudah/gampang. Penanganan khususnya di tempat pembuangan akhir, bagi kota yang berada di Bandung Raya, Cimahi, Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Bandung dan Kabupaten Sumedang. Mengingatkan penulis, ketika terjadi longsornya TPA Leuwi Gajah tepatnya di daerah Kampung Adat Cireundeu, Cimahi, dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tersebut adalah tempat pembuangan sampah dari Kota Bandung, dengan ritasi / pengangkutan paling banyak ke TPA Leuwigajah. Terpusatnya pengangkutan sampah keep lokasi tersebut, mengakibatkan kerusakan alam sekitar kampung adat juga mengakibatkan kurang lebih 150 orang meninggal dunia. Mereka  yang menjadi Korean berasal dari pemulung yang sengaja datang ke TPS Leuwi Gajah, dan juga penduduk disekitar lokasi TPA Leuwigajah.

Ketika musim hujan tiba pemandangan penumpukan sampah bukan saja terjadi di Pasar Baleendah, juga terjadi di pasar- pasar lain baik di Kabupaten Bandung maupun Kota Bandung. Hanya yang membedakan sekarang, Kota Bandung melakukan pembuangan sampah ke daerah Cigedig perbatasan Bandung Barat dan Cianjur. Juga melakukan sewa kendaraan pengangkutan sampah yang berasal dari Cimahi/Bandung Barat, baik kendaraan dump truk dan kendaraan sejenis yang ada di kawasan Tagog Apu Padalarang, yang biasa disebut bayawak, apakah tahun sekarang masih ada?

Untuk Kabupaten Bandung, dulu pembuangan sampah sampah akhir ( TPA ) dilakukan ke daerah Babakan Ciparay Kabupaten Bandung, namun informasi terakhir karena protes dari warga masyarakat sekitar, karena bau dan air lindi yang tidak terkendali, akhirnya TPA disana sudah ditutup. Berbagai rencana dari Pemerintah Jawa Barat, bahwa dulu akan dibangun tempat pembuangan akhir sampah di daerah Cimencrang, namun tidak jadi, kemudian sekarang apakah TPA Bojongnangka yang ada di daerah Cicalengka Kabupaten Bandung, adalah TPA milik pemrov Jawa Barat? Atau milik Kabupaten Bandung? Pengangkutan sampah di Pasar Baleendah sebenarnya terus dilakukan, namun yang jadi persoalan, mengapa terjadi penumpukan dan baunya menyebar ketika bertiup angin, sangat menyengat. Sehingga kami warga masyakarat yang ada disekitar Pasar Baleendah tidak tahan, menghirup udara, bau yang menyengat, disebabkan oleh penumpukan sampah di Pasar Baleendah, tergantung arah angin.

Jika angin berembus ke timur maka wilayah RW 22, 23, 24 mencium bau. Dan melalui tulisan ini publik berharap pihak pengelola pasar ( PD Pasar) melakukan penyemprotan dengan teknologi, agar bau yang berasal dari penumpukan sampah tidak mengakibatkan penyakit bagi warga masyarakat yang berada disekitar Pasar Baleendah. Penulis sendiri merasakan sesak, tak tahan menghirup udara akibat sampah tersebut, ketika melakukan olah raga renang di sebelah selatan Pasar Baleendah, ketika angin bertiup kearah selatan.

(Penulis, H.Jaenudin. S.Sos., warga masyarakat Baleendah, Kabupaten Bandung) 

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.