VISI | Wildan

ED
Minggu, 4 Februari 2024 | 09:26 WIB
Bagikan
VISI | Wildan

Oleh Aep S. Abdullah

WILDAN ini orang baik. Pemuda kelahiran Bandung, 11 Oktober 1987 itu menjalani alur hidup lazimnya pemuda kebanyakan di kita. Sekolah - kuliah - melamar kerja. Semua itu telah diselesaikan dengan oleh pemilik nama lengkap Wildan Rohdiawan. Dia juga pemuda yang rajin beribadah dan banyak menenggelamkan diri pada buku bacaan.

Menjadi PNS adalah cita-cita Wildan selanjutnya untuk membantu kedua orang tuanya. Maka, ia mencoba ikut seleksi, namun tidak berhasil. Waktunya kemudian dihabiskan untuk bekerja sebagai guru honorer yang penghasilannya tidak seberapa.

Warga Kp. Bantargedang RT 03, RW 09 No. 22, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kab. Bandung Barat (KBB) ini, suatu saat bertemu teman lamanya yang sukses bekerja di sebuah industri di Korea Selatan (Korsel). Ia mendengarkan succes story temannya ini dengan terkagum-kagum. Pulang ke rumah, ia bilang ke ibunya, "Mah, Wildan mau kerja ke Korea. Teman Wildan juga sukses di sana," ungkap Wildan sebagaimana di ceritakan Iis Rochayati, ibunya.

Diam-diam, jebolan salah satu PTS ternama di Kota Bandung ini, mengikuti arahan temannya itu. Tahun 2018 lalu Wildan mengikuti tahapan proses pendaftaran program G to G Korea dan telah terdaftar di BNP2TKI . Melalui lembaga kursus bahasa Korea yang bernama Korean language centre Indonesia (KLCI) di Cisaat Sukabumi. Otaknya yang cerdas dalam tiga bulan ia dinyatakan lulus pelatihan bahasa Korea dan mendapatkan sertifikat.

Selama kursus ia sering bertemu dengan pemilik lembaga tersebut. Ia dijanjikan dibantu bekerja di Korea sebagai TKI legal dari Indonesia.

Namun, setelah Wildan memenuhi semua persyaratan administrasi dan biaya untuk proses bekerja di Korea, pemilik kursus mengatakan kuota Korea sedang penuh. Sambil menunggu, pemuda yang polos ini disarankan untuk bekerja di Thailand dulu sebagai pekerja migran legal. Ia dijanjikan gaji Rp 17jt/bln, masa kontrak satu tahun sambil menunggu kuota ke Korea.

Pada November 2022 Wildan berangkat ke Thailand. Namun seperti dibuang ke laut. Sejak berangkat, kata adiknya Yulia Rosiana, yang berprofesi guru, komunikasi dengan Wildan menghilang. Keluarga tidak mengetahui keberadaan Wildan. "Baru pada Juni 2023 Wildan menghubungi keluarga, tidak mendapatkan gaji dan mendapatkan kekerasan secara mental dan fisik selama bekerja," tutur Yulia.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.