VISI | Wildan

ED
Minggu, 4 Februari 2024 | 09:26 WIB
Bagikan
VISI | Wildan

Pada tgl 27 juli 2023 keluarga mengetahui keberadaan Wildan ternyata bukan di Thailand tapi di Myawaddy, Myanmar (Burma) yang jaraknya 498,6 km dari Bangkok.

Myawaddy ini daerah konflik bersenjata. Pada 6 April 2023 saja, 5.428 warga sipil termasuk lebih dari 800 anak-anak di sini mengungsi ke Thailand akibat pertempuran tentara Myanmar dan sekutunya melawan kelompok perlawanan bersenjata.

Kalau searching di google, kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di wilayah ini sering terjadi, dan KBRI kita berkali-kali menyelamatkan korban dari wilayah Myawaddy.

Wildan ada di wilayah konflik. Ia ingin pulang. Pihak sindikat yang bicara langsung memakai bahasa Indonesia dengan ibu Wildan minta tebusan uang Rp 150 juta plus harus membawa tiga calon korban pengganti Wildan.

Di sini, Wildan kerja paksa sebagai scammer (penipu). Ia dipaksa dengan ancaman penyiksaan dipukul maupun di setrum untuk melakukan penipuan secara online, berkedok penjualan suatu produk, penawaran hadiah, penipuan pinjaman, penawaran kerjasama yang menjanjikan keuntungan dan lain lain. Targetnya, bisa orang-orang Indonesia juga, termasuk yang dijanjikan kerja ke luar negeri dengan gaji besar namun akhirnya disekap seperti dirinya.

Upaya keluarga sudah dilakukan sebatas kemampuan mereka. Didampingi relawan pengacara, Yulia sudah melaporkan kasus ini ke Polda Jabar, Mabes Polri, BP2MI, Pelayanan Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) dengan berkas yang lengkap. Namun sampai hari ini belum ada progres. Sementara Wildan sendiri sejak Kamis (25/1/2024) sudah tidak ada kabar dan tidak bisa dihubungi. Keluarga sampai berharap, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa memberikan perhatian pada kasus ini, karena prosedur resmi yang ditempuh sampai sekarang dianggap belum membuahkan hasil.

Kamar berukuran sekira 2 x 2,5 meter, berpintu warna coklat tua, di sebelah ruang depan rumah milik pasangan Iis Rochayati (61) dan Uci Hidayat (62), di sebuah gang kecil itu seperti melambangkan pilu yang mendalam. Buku-buku yang berserakan di kamar Wildan itu seperti sudah sangat rindu untuk dapat kembali bergairah dibaca penghuni kamar. Semoga, Wildan dapat pulang kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.