VISI | Terra Drone

ED
Kamis, 11 Desember 2025 | 05:05 WIB
Bagikan
VISI | Terra Drone

Oleh Aep S. Abdullah

SULIT membayangkan sebuah perusahaan yang menjual teknologi kesiapsiagaan justru kedodoran menghadapi keadaan darurat di rumahnya sendiri. Namun begitulah kabar yang datang dari kantor Terra Drone—perusahaan yang sehari-hari mempromosikan kecanggihan perangkat terbang untuk memetakan risiko, menjaga jaringan listrik, hingga membantu respons bencana—dan kini harus berkabung atas insiden yang merenggut karyawan mereka. Kebakaran yang terjadi pada 9 Desember 2025 itu menjadi pengingat bahwa kadang teknologi paling mutakhir pun tidak lebih cepat daripada api yang datang tiba-tiba.

Terra Drone dikenal luas lewat daftar panjang solusi teknologinya. Di laman resminya, Terra Topo ditawarkan untuk pemetaan presisi; Terra Explo untuk menembus apa yang tak terlihat dari permukaan; Terra Patro yang dielu-elukan mampu mengawasi tanpa tidur; hingga Terra Inspect yang menjanjikan inspeksi tanpa perlu menghentikan operasi. Jika deretan produk itu dibaca sekilas, orang bisa menduga perusahaan ini tak hanya modern, tetapi juga nyaris kebal dari risiko.

Karena itu, kabar bahwa kantor perusahaan yang menjual alat untuk mengantisipasi bencana justru dilanda bencana, terdengar seperti ironi yang terlalu rajin bekerja. Di banyak industri, kejadian seperti kebakaran merupakan hasil dari sederet kelengahan kecil yang saling bertemu pada satu waktu. Namun ketika ia terjadi pada perusahaan pemetaan risiko, publik sulit menahan alis mereka untuk tidak terangkat sedikit lebih tinggi dari biasanya.

Dalam pernyataan resminya, Terra Drone menyebut keselamatan karyawan selalu menjadi prioritas. Kalimat itu, seperti kalimat standar lain yang muncul pada situasi serupa, terdengar baik, meski mungkin datang terlambat. Di dunia nyata, keselamatan karyawan diuji bukan oleh brosur atau laman promosi, tetapi oleh tata kelola internal yang mampu mencegah hal-hal yang bahkan tidak terpikirkan.

Situs Terra Drone memperlihatkan ambisinya menguasai seluruh rantai teknologi drone—dari penyedia jasa, produsen perangkat keras, hingga pengembang perangkat lunak. Struktur yang lengkap itu menunjukkan keinginan perusahaan untuk menjadi pemain besar. Namun betapa pun kuat rantai teknologi dibangun, selalu ada tautan yang lemah ketika berbicara soal kesiapsiagaan manusia.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.