Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

VISI | Tantangan Gen-Z terhadap Dominasi Elit di Asia Selatan

ED
Jumat, 26 September 2025 | 07:50 WIB
Bagikan
VISI | Tantangan Gen-Z terhadap Dominasi Elit di Asia Selatan

Oleh Deepanshu Mohan (O.P. Jindal Global University)

DALAM sejarah Nepal yang masih berkembang sebagai demokrasi, tanggal 8 September 2025, ketika demonstran muda pertama kali menerobos rumah resmi perdana menteri di Baluwatar, akan menjadi tanggal yang tercatat dalam sejarah.

Bulan-bulan ketegangan yang sudah menggerogoti kepercayaan publik berpuncak pada peristiwa tersebut, yang menyoroti rapuhnya sistem yang didirikan atas dasar pencarian rente institusional dan penangkapan kekuasaan oleh elit.

Lebih dari sekadar keluhan nasional yang disuarakan di Kathmandu, protes tersebut juga menarik perhatian terhadap krisis global tentang legitimasi. Negara-negara yang menjanjikan kebebasan politik tetapi tidak menyediakan kesempatan ekonomi kini menghadapi ketidakstabilan. Pemuda Nepal tidak hanya memberontak melawan pemerintah, tetapi kekecewaan kolektif mereka juga ditujukan untuk membuat negara bekerja bagi mereka.

Gramatika simbolik dari pemberontakan ini menjadikannya unik

Sebagai pengingat yang jelas tentang kebodohan membiayai pendidikan dalam sistem yang terdistorsi oleh nepotisme dan patronase, para demonstran mengangkat buku teks sekolah. Terinspirasi oleh anime One Piece, simbol-simbol mereka menjadi viral dan menjadi representasi perlawanan terhadap ketidakadilan sistemik.

Menolak partai-partai yang sudah mapan, yang mereka anggap sebagai bagian dari elit penguasa yang sama, para demonstran menyatakan bahwa mereka lelah dengan "pasar politik" yang ada. Eksklusi begitu mendalam sehingga banyak yang sudah menyerah pada reformasi dari dalam; mereka ingin menolak keseluruhan struktur tersebut.

Penggunaan peluru tajam oleh negara terhadap para demonstran yang tidak bersenjata mengubah kerusuhan menjadi pemberontakan skala penuh. Sisa-sisa terakhir dari legitimasi dihancurkan oleh pemerintahan yang sudah terkikis oleh kinerja buruk selama bertahun-tahun.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.