VISI | Tangisan Ibu Pertiwi
Meski negeri ini dipenuhi kegelapan, guru tetap menjadi lentera. Dalam kondisi gaji minim, fasilitas terbatas, dan sering dipinggirkan, guru masih berdiri tegak di depan kelas. Mereka mengajar bukan sekadar untuk mencari nafkah, tetapi sebagai panggilan jiwa untuk menyelamatkan generasi.
Guru adalah benteng terakhir dari kehancuran moral bangsa. Di saat pemimpin kehilangan wibawa, guru tetap menunjukkan integritas. Di saat aparat mencederai rakyat, guru mengajarkan kasih sayang. Di saat politik menebar kebencian, guru menanamkan nilai persatuan.
Ki Hajar Dewantara tidak pernah bosan mengingatkan bahwa inti pendidikan adalah “menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.”
Guru hari ini sedang berjuang di medan sulit. Tetapi di tangan merekalah masih tersimpan harapan terakhir bangsa: menyelamatkan generasi agar tidak tenggelam dalam arus kebodohan dan kebrutalan.
Tangisan Ibu Pertiwi adalah tangisan kolektif. Tangisan karena rakyat yang kehilangan anak-anaknya akibat kebrutalan aparat. Tangisan karena elite politik yang lebih sibuk dengan kepentingannya sendiri. Tangisan karena dana pendidikan dikorupsi. Tangisan karena literasi merosot.
Namun, tangisan itu juga panggilan. Panggilan untuk kembali kepada nilai-nilai luhur, panggilan untuk membangun bangsa dengan integritas, dan panggilan untuk memberi ruang yang layak bagi pendidikan.
Kematian Affan adalah duka, tetapi jangan sampai sia-sia. Ia harus menjadi alarm bagi bangsa ini bahwa jalan yang ditempuh sekarang salah arah. Jika kita ingin mengeringkan air mata Ibu Pertiwi, maka kuncinya ada pada keberanian memperbaiki moralitas pemimpin dan kesungguhan memperkuat pendidikan.
Guru, dengan segala keterbatasannya, adalah cahaya kecil di tengah gelap. Jika bangsa ini sungguh-sungguh mendukung mereka, cahaya itu akan membesar, menjadi pelita, dan akhirnya menyalakan obor kebangkitan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!