VISI | Spiritualitas Bisnis Ala Rasulullah
"Alhamdulillah, dari hasil usaha ini saya bisa menyekolahkan anak-anak sampai perguruan tinggi, bisa menunaikan ibadah haji, dan yang paling penting, bisa membantu banyak orang. Setiap bulan saya sisihkan 10 persen dari keuntungan untuk sedekah. Ini adalah wujud syukur saya kepada Allah," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Punya Modal Jadi Pengusaha Sukses
KH M Yusuf Chudlori, Pengasuh Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, mengajarkan bahwa santri memiliki modal dasar untuk menjadi pengusaha sukses. Pertama, konsistensi atau istiqomah. "Santri secara kultural sudah punya syarat menjadi pengusaha sukses. Mental pengusaha itu harus punya kontinuitas. Harus istiqamah, tahan banting. Mental itu ada di pesantren."
Kedua, kemandirian. Di pesantren, santri dilatih untuk mandiri sejak dini. Ketiga, jaringan atau networking. Budaya silaturahim yang kuat di pesantren membuat santri memiliki jaringan yang luas. Gus Yusuf juga menekankan pentingnya ritual spiritual dalam berbisnis. Beliau terinspirasi dari prasasti almarhum Kiai Chudlori yang berbunyi, "Sholaahu al-ma'isyah min sholaahu al-din, wa sholaah al-din min sholaahu al-ma'isyah" (Kebaikan ekonomi terdapat pada kebaikan agama, dan kebaikan agama terdapat pada kebaikan ekonomi).
Lima Prinsip Berbisnis dengan Doa ala Rasulullah
- Mulai dengan Niat yang Ikhlas - Luruskan niat hanya karena Allah SWT. Bisnis bukan hanya untuk mengumpulkan harta, tetapi juga untuk mencari ridha Allah dan memberi manfaat kepada sesama.
- Istiqomah dengan Doa di Waktu Mustajab - Jadikan berdoa di waktu mustajab sebagai rutinitas harian. Jangan hanya berdoa ketika bisnis sedang sulit, tetapi juga ketika sedang lancar sebagai bentuk syukur.
- Sedekah Secara Rutin - Sisihkan sebagian dari penghasilan untuk sedekah, meski hanya dalam jumlah kecil. Sedekah adalah investasi terbaik yang tidak akan pernah rugi.
- Jujur dan Amanah dalam Setiap Transaksi - Kejujuran adalah modal utama dalam bisnis jangka panjang. Pelanggan akan setia pada bisnis yang jujur dan amanah.
- Jaga Keseimbangan Dunia dan Akhirat - Jangan sampai kesibukan bisnis membuat kita lupa beribadah. Tetaplah istiqomah dengan shalat lima waktu, puasa sunnah, dan amalan-amalan lainnya.
Bisnis yang Diberkahi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!