VISI | Sosok Pahlawan Masa Kini: Menjaga Republik dari Dalam

ED
Senin, 10 November 2025 | 07:08 WIB
Bagikan
VISI | Sosok Pahlawan Masa Kini: Menjaga Republik dari Dalam

Tenaga Kesehatan: Pahlawan yang Menyelamatkan Nafas Republik

Pandemi Covid-19 menjadi bukti paling telanjang bahwa tenaga kesehatan adalah pahlawan yang mempertaruhkan nyawa di garis depan. Dokter, perawat, apoteker, analis laboratorium semuanya menjalankan tugas yang pada hakikatnya adalah pertaruhan antara hidup dan mati. Tidak sedikit dari mereka gugur, sebagaimana para pejuang 10 November dahulu, meski medan tempurnya bukan ladang pertempuran, melainkan ruang perawatan dan instalasi darurat.

Dalam konteks pascapandemi, tantangan mereka tetap besar: resistensi antibiotik, penyakit menular baru, ketimpangan akses kesehatan, serta meningkatnya beban kerja akibat rasio tenaga kesehatan yang tidak seimbang. Mereka tidak memakai jubah pahlawan, tetapi komitmen mereka untuk merawat warga adalah bentuk kepahlawanan paling substansial.

TNI dan Polri: Penjaga Kedaulatan dan Stabilitas

Di tengah ancaman global yang semakin kompleks, mulai dari radikalisme, serangan siber, narkotika transnasional, hingga polarisasi politik, TNI dan Polri tetap menjadi benteng republik. Mereka tidak hanya mengangkat senjata, tetapi juga menjaga stabilitas sosial, mengamankan demokrasi, serta memastikan bahwa negara tetap berdiri di atas prinsip hukum dan kedaulatan.

Ancaman terhadap negara kini tidak selalu datang dari luar; justru sering muncul dari dalam: degradasi moral, penyalahgunaan jabatan, kegaduhan politik, dan desakan ideologi yang menggerogoti kebhinekaan. Dalam situasi seperti itu, profesionalisme TNI–Polri merupakan fondasi menjaga ketertiban sekaligus memastikan warga dapat menjalani kehidupan dengan aman.

Menemukan Pahlawan dalam Diri Kita

Namun ada satu pertanyaan penting: apakah pahlawan masa kini hanya mereka yang bekerja di profesi tertentu? Jawabannya tidak. Pahlawan masa kini juga hadir dalam diri warga yang menjalankan profesinya dengan integritas. Jurnalis yang menolak kompromi terhadap kebenaran. Aparatur sipil negara yang menolak gratifikasi.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.