Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026

VISI | Solusi Krisis Etika Pelajar di Sekolah

Desi Rossilawati
Selasa, 21 April 2026 | 09:42 WIB
Bagikan
VISI | Solusi Krisis Etika Pelajar di Sekolah

Oleh Idris Apandi

Tindakan sembilan pelajar sebuah SMA di Kabupaten Purwakarta yang mengejek dan mengacungkan jari tengah kepada seorang guru adalah cermin retak dari wajah pendidikan kita hari ini. Reaksi publik yang beragam. Mulai dari mengecam, menyayangkan, hingga merasa prihatin menunjukkan bahwa masyarakat masih menaruh harapan besar pada sekolah sebagai tempat pembentukan karakter. Namun, kejadian ini justru memperlihatkan adanya jurang antara harapan dan kenyataan.

Pascaviralnya video tidak sopan terhadap guru tersebut, para pelaku telah mengaku bersalah dan meminta maaf. Walau demikian, sekolah tetap memberikan sanksi skorsing selama 19 hari kepada para pelaku. Langkah ini tentu penting sebagai bentuk penegakan disiplin. Kasus ini pun mendapatkan atensi dari gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM. Pria yang identik dengan pakaian serba putih tersebut mengusulkan agar para pelaku diberi sanksi sosial dan bersifat edukatif seperti membersihkan lingkungan sekolah selama satu, dua, atau tiga bulan.

Jika ditelaah lebih lanjut, di balik tindakan tidak sopan tersebut, terdapat persoalan yang lebih kompleks. Krisis etika pelajar bukanlah fenomena yang muncul secara tiba-tiba. Ia adalah akumulasi dari berbagai faktor yang saling berkelindan, yaitu keluarga, sekolah, masyarakat, hingga pengaruh teknologi digital. Ketika seorang pelajar berani merendahkan gurunya, itu bukan hanya soal keberanian yang keliru, tetapi juga menunjukkan adanya kegagalan dalam internalisasi nilai-nilai dasar seperti hormat, empati, dan tanggung jawab.

Salah satu akar masalah yang sering luput dari perhatian adalah perubahan peran keluarga. Di tengah kesibukan orang tua dan tuntutan ekonomi, pendidikan karakter di rumah kerap terabaikan. Padahal, keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Di sanalah mereka belajar tentang sopan santun, menghargai orang lain, dan memahami batasan perilaku. Ketika fondasi ini rapuh, sekolah akan menghadapi tantangan yang jauh lebih berat.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.