VISI | Sikap Kritis yang Kian Terkikis

ED
Sabtu, 17 Februari 2024 | 16:00 WIB
Bagikan
VISI | Sikap Kritis yang Kian Terkikis

Kritis bukan berarti anti dalam mengkultuskan atau sepenuhnya bersandar pada akal budi sebagaimana didapati dalam pemahaman tentang kritis di Barat atau Filsafat Barat sebagaimana dikenal dengan istilah Kritisisme Immanuel Kantor misalnya. Namun sikap kritis di sini kembali pada deskripsi tentang peringatan akan adanya usaha pengecohan dalam berkehidupan.

Hal ini diingatkan Allah dalam al-Qur'an Surat Aali Imraan ayat 196 untuk tidak terkecoh oleh orang-orang kafir yang leluasa bergerak sepenjuru negeri, berikut terjemahnya: "jangan sekali-kali kamu terpedaya oleh kegiatan orang-orang kafir (yang bergerak) di seluruh negeri." Dikatakan memperdaya karena sesungguhnya itu bukan suatu kebenaran, makanya dalam ayat tersebut yang disentil sebagaimana biasa untuk contoh buruk adalah orang kafir. Sebab hal tersebut semata kesenangan duniawi yang sifatnya sementara.

Kembali kepada perkara urgensi bersikap kritis, maka pada poin ini penekanannya adalah kepada mereka yang, jika takut menyinggung dengan istilah kafir, maka adalah mereka para pengecoh tersebut yang berusaha melakukan berbagai cara bahkan tercela sekalipun dalam rangka mereguk kenikmatan sementara namun bagi sebagian senantiasa dilanjutkan atau diteruskan. Jadi sikap kritis dimaksud adalah pencerahan, bukan tanpa maksud atau dengan tujuan tidak jelas, Allahu a'lam!. ***

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.