VISI | Sifat Sombong
Oleh Aep S Abdullah
PAGI INI, bakda salat Subuh di Mesjid Al Muttaqin, tausiah yang disampaikan Bang il, demikian saya biasa memanggil sahabat saya ini, mengingatkan jemaah untuk menjauhkan dari sifat sombong. Sifat itu, katanya, bisa muncul karena empat hal. Yakni bisa karena merasa lebih dari orang lain dalam pengetahuan, kekayaan, keturunan, atau status sosial.
Tentu saja karena tausiah itu hanya tujuh menit atau kultum, maka Bang Syahril, tidak cukup gamblang mengupas salah satu sifat manusia - yang sangat tidak disukai Allah SWT tersebut. Tausiah bakda Subuh yang rutin diadakan selama bulan Ramadan di mesjid Komplek Bumi Baleendah Asri (BBA) itu hanya cukup untuk merefresh jemaah dengan poin poin penting dalam hablum minannas dan hablum minallah.
Bahasan topik ini, juga bukan hal baru. Iblis sudah mengenalkan sifat sombong itu sejak Nabi Adam diciptakan. Meski sifat itu dibenci, namun hingga kini banyak orang yang dianggap ditempeli sifat Iblis itu saat meraih pencapaian dalam hidupnya. Sehingga menyebabkan disharmoni dengan saudara, teman, tetangga atau masyarakat. Jadi, meski sifat ini sudah dikenal sejak manusia itu ada, namun tetap aktual untuk dibahas.
Sombong dalam bahasa Arab disebut "kibr" (كبر), berarti merasa diri "lebih besar" atau "lebih tinggi" dibandingkan orang lain. Dalam konteks Islam, kibr adalah sifat batin yang menyebabkan seseorang merasa lebih unggul, lebih baik, atau lebih hebat dari orang lain, hingga akhirnya meremehkan dan merendahkan orang lain. Sikap ini sangat dicela dalam Islam karena berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, baik dalam kehidupan individu maupun sosial.
Rasulullah SAW mengingatkan bahwa sifat sombong akan menghalangi seseorang dari surga. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada seberat biji zarrah dari kesombongan." (HR. Muslim)
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT juga memperingatkan manusia untuk menjauhi kesombongan, sebagaimana dalam Surah Luqman ayat 18:
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!