Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

VISI | Sifat Sombong

ED
Senin, 17 Maret 2025 | 05:34 WIB
Bagikan
VISI | Sifat Sombong

Oleh Aep S Abdullah

PAGI INI, bakda salat Subuh di Mesjid Al Muttaqin, tausiah yang disampaikan Bang il, demikian saya biasa memanggil sahabat saya ini, mengingatkan jemaah untuk menjauhkan dari sifat sombong. Sifat itu, katanya, bisa muncul karena empat hal. Yakni bisa karena merasa lebih dari orang lain dalam pengetahuan, kekayaan, keturunan, atau status sosial.

Tentu saja karena tausiah itu hanya tujuh menit atau kultum, maka Bang Syahril, tidak cukup gamblang mengupas salah satu sifat manusia - yang sangat tidak disukai Allah SWT tersebut. Tausiah bakda Subuh yang rutin diadakan selama bulan Ramadan di mesjid Komplek Bumi Baleendah Asri (BBA) itu hanya cukup untuk merefresh jemaah dengan poin poin penting dalam hablum minannas dan hablum minallah.

Bahasan topik ini, juga bukan hal baru. Iblis sudah mengenalkan sifat sombong itu sejak Nabi Adam diciptakan. Meski sifat itu dibenci, namun hingga kini banyak orang yang dianggap ditempeli sifat Iblis itu saat meraih pencapaian dalam hidupnya. Sehingga menyebabkan disharmoni dengan saudara, teman, tetangga atau masyarakat. Jadi, meski sifat ini sudah dikenal sejak manusia itu ada, namun tetap aktual untuk dibahas.

Sombong dalam bahasa Arab disebut "kibr" (كبر), berarti merasa diri "lebih besar" atau "lebih tinggi" dibandingkan orang lain. Dalam konteks Islam, kibr adalah sifat batin yang menyebabkan seseorang merasa lebih unggul, lebih baik, atau lebih hebat dari orang lain, hingga akhirnya meremehkan dan merendahkan orang lain. Sikap ini sangat dicela dalam Islam karena berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, baik dalam kehidupan individu maupun sosial.

Rasulullah SAW mengingatkan bahwa sifat sombong akan menghalangi seseorang dari surga. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada seberat biji zarrah dari kesombongan." (HR. Muslim)

Dalam Al-Qur'an, Allah SWT juga memperingatkan manusia untuk menjauhi kesombongan, sebagaimana dalam Surah Luqman ayat 18:

"Dan janganlah engkau memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri."

Ketika seseorang merasa lebih unggul dalam aspek kekayaan, kedudukan, ilmu, atau keturunan, ia cenderung merendahkan orang lain. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa segala sesuatu yang mereka miliki adalah pemberian Allah, bukan semata hasil usaha pribadi.

Kesombongan bisa muncul karena seseorang berada dalam lingkungan yang mendukung kesombongan, seperti pergaulan yang eksklusif dalam budaya keagamaan, materialisme, orang yang merasa berilmu, merasa punya ras atau keturunan yang tinggi. Eksklusivisme ini dapat memupuk sifat angkuh dalam diri seseorang.

Kenapa disebut sombong atau angkuh?

Orang yang sombong cenderung memperlakukan orang lain dengan cara yang merendahkan. Mereka biasanya enggan menerima kritik atau masukan dari orang lain, meskipun itu demi kebaikan mereka sendiri.

Mereka juga sering kali berusaha menunjukkan kelebihan mereka, baik dalam bentuk materi, ilmu, keturunan maupun pencapaian, agar terlihat lebih unggul dari orang lain.

Bahaya Sombong

Kesombongan memiliki dampak negatif yang luas, baik bagi individu maupun masyarakat:

Pertama, orang sombong sering kali terjebak dalam tekanan sosial dan ketakutan kehilangan statusnya.

Kedua, akan kehilangan teman dan dukungan sosial karena sikap merendahkan orang lain akan membuatnya dijauhi oleh banyak orang.

Ketiga, orang sombong bisa merusak keharmonisan sosial. Kesombongan menimbulkan perpecahan dan konflik antarindividu maupun kelompok.

Keempat, dapat menghambat kerja sama. Orang sombong sulit bekerja sama secara tulus dan ikhlas karena merasa lebih unggul dari yang lain.

Islam mengajarkan berbagai cara untuk menghindari sifat sombong dan menumbuhkan sikap rendah hati:

Pertama, meningkatkan kesadaran diri. Sadar akan keterbatasan diri dan mengakui bahwa semua pencapaian berasal dari Allah SWT.

Kedua, membiasakan diri dengan Tawadhu' (rendah hati).

Rasulullah SAW adalah contoh utama dalam hal ketawadhuan. Umar bin Khattab RA pernah berkata: "Barang siapa yang tawadhu' karena Allah, maka Allah akan mengangkat derajatnya."

Ketiga, berkumpul dengan orang-orang saleh yang rendah hati. Lingkungan yang baik membantu seseorang untuk menjauhkan diri dari sikap sombong.

Keempat, mengingat kehidupan akhirat. Kesadaran bahwa manusia akan kembali kepada Allah dan semua yang dimiliki di dunia bersifat sementara akan membantu menundukkan ego dan kesombongan.

Kesombongan adalah penyakit hati yang berbahaya bagi individu maupun masyarakat. Islam mengajarkan bahwa sifat ini harus dihindari karena dapat menghalangi seseorang dari rahmat Allah dan merusak hubungan sosial. Dengan memahami penyebab, ciri-ciri, dan bahayanya, serta menerapkan solusi yang sesuai dengan ajaran Islam, kita dapat menghindari sifat ini dan menggantinya dengan sikap tawadhu’ yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Dengan demikian, dalam tausiahnya pagi ini, Bang il mengingatkan, seseorang yang bisa menghindari sifat angkuh ini akan hidup dalam kedamaian, keharmonisan, dan meraih ridha Allah SWT.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.