VISI | Sekolah Imajiner
Tulisan ini bukan untuk menyerah, melainkan untuk mengingatkan. Kita tidak boleh membiarkan Sekolah Imajiner menjadi cermin dari sekolah-sekolah kita yang nyata. Kita harus berani mengembalikan marwah kejujuran sebagai ruh utama pendidikan. Pemerintah, pemangku kebijakan, komunitas guru, orang tua, dan semua pihak harus bersama-sama menolak budaya manipulasi yang menindas nilai kejujuran.
Sudah waktunya sistem dikembalikan ke rel yang benar: berdasarkan kompetensi, dedikasi, dan integritas. Pendidikan adalah urusan masa depan bangsa. Maka, jangan biarkan ia dibajak oleh mereka yang menolak jujur dan lebih suka hidup dalam dunia imajiner. Mari bangun sekolah yang sebenar-benarnya, bukan hanya dalam laporan, tapi dalam nurani dan tindakan nyata.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!