VISI | Sahabat Alam, Belajar Dari Anak
Tulisan ini adalah pengingat. Bahwa di tengah kompleksitas kebijakan dan kepentingan, kita masih memiliki guru terbaik: anak-anak kita sendiri. Mereka mengajarkan: bagaimana mencintai tanpa pamrih, menjaga tanpa diperintah, dan bertanggung jawab tanpa menunggu
Jika para pemimpin mau belajar dari mereka, mungkin arah pembangunan akan berubah. Lebih manusiawi. Lebih bijak. Lebih berkelanjutan. Dan pada akhirnya, ketika suatu hari nanti generasi itu tumbuh dewasa, kita berharap mereka tidak mewarisi kerusakan. Tetapi mewarisi kesadaran. Bahwa menjadi manusia bukan hanya tentang membangun. Tetapi juga tentang menjaga kehidupan.**
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!