VISI | Sahabat Alam, Belajar Dari Anak
Pembangunan atau Perusakan?
Tidak ada yang menolak pembangunan. Namun pembangunan yang mengabaikan keseimbangan alam bukanlah kemajuan. Ia adalah perusakan yang dilegalkan. Akibatnya sudah sangat jelas: banjir datang hampir setiap musim hujan, air meluap tanpa kendali, lumpur masuk ke rumah dan sekolah, dan juga masyarakat menjadi korban
Ironisnya, setelah bencana terjadi, para pemimpin muncul di depan. Dengan wajah penuh empati. Dengan pernyataan penuh kepedulian. Padahal… jika ditarik ke belakang, tidak sedikit dari bencana itu adalah buah dari kebijakan mereka sendiri.
Inilah yang perlu kita sebut dengan jujur: arogansi kekuasaan. Keputusan diambil tanpa mendengar alam. Kebijakan dibuat tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang. Yang penting: proyek berjalan, angka meningkat, sertajabatan aman. Bahkan tidak sedikit yang lebih sibuk memikirkan bagaimana tetap berkuasa di periode berikutnya, daripada memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Dan di titik ini, kita melihat sebuah ironi besar: anak-anak belajar menjaga alam, sementara pemimpin justru merusaknya.
Anak-anak sebagai Cermin
Seharusnya, para pemimpin belajar dari anak-anak. Ya, belajar dari mereka. Dari ketulusan mereka saat memungut sampah. Dari kebahagiaan mereka saat melihat lingkungan bersih. Dari kesadaran mereka bahwa alam bukan untuk dieksploitasi, tetapi untuk dijaga. Anak-anak tidak bicara tentang kebijakan besar. Mereka tidak bicara tentang anggaran. Namun tindakan kecil mereka justru memiliki makna besar. Karena mereka melakukan sesuatu yang sering hilang dari dunia orang dewasa: kejujuran dan ketulusan.
Pengalaman ini juga mengajarkan bahwa pendidikan lingkungan tidak cukup diajarkan di buku. Ia harus: dirasakan, dilakukan, dan dihidupkan. Â Â Ketika anak-anak terlibat langsung, mereka tidak hanya memahami konsep. Mereka merasakan hubungan dengan alam. Dan dari situlah lahir karakter.
Sudah saatnya kita bertanya kembali: Apakah pembangunan yang kita lakukan hari ini masih memiliki nurani? Ataukah ia hanya menjadi alat untuk mengejar kepentingan sesaat? Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang: menjaga keseimbangan, melindungi lingkungan, serta memperhatikan generasi mendatang Bukan pembangunan yang meninggalkan bencana.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!