VISI | Rumah Kita Sendiri

ED
Senin, 15 Desember 2025 | 04:10 WIB
Bagikan
VISI | Rumah Kita Sendiri

Atap daerah: Apakah kepala daerah menempatkan pemimpin pendidikan karena kompetensi atau karena kedekatan politik?

Atap pusat: Apakah yang dipilih adalah individu terbaik bangsa, atau figur yang paling menguntungkan jaringan tertentu?

Jika kita ingin rumah bangsa ini rapi, jangan hanya sibuk menatap lantai.

Arahkan pandangan ke atas—karena dari sanalah sumber segala kerusakan bisa berasal. Kita tidak bisa berharap Indonesia Emas 2045, jika atap rumah bangsa masih dikuasai debu kekuasaan, sarang kebohongan, dan karat kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat.

Pada akhirnya, rumah kita hanya akan menjadi rumah idaman jika kita berani membersihkan bagian yang paling sulit dijangkau: bagian atasnya. Kita perlu pemimpin yang rekam jejaknya jernih. Pemimpin yang tidak harus sempurna, tetapi jujur. Pemimpin yang tidak harus pintar segalanya, tetapi bijaksana dan rendah hati. Pemimpin yang tidak sibuk membangun citra, tetapi membangun peradaban.

Jika kita mau Indonesia yang kuat, bersih, dan berwibawa, maka pekerjaan pertama bukan menyapu lantai, melainkan membersihkan atapnya. Pusat, daerah, lembaga, sekolah, hingga rumah kita sendiri—semua membutuhkan pembersihan.

Dan pembersihan itu tidak memerlukan marah-marah. Ia membutuhkan kesadaran, keberanian, dan ketulusan. Sebab rumah, sekecil apa pun, akan nyaman jika atapnya bersih.

Dan negeri, sebesar apa pun, akan damai jika pemimpinnya bersih.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.