VISI | Rotasi

ED
Senin, 27 Oktober 2025 | 04:32 WIB
Bagikan
VISI | Rotasi

Pemimpin pendidikan yang baik adalah mereka yang hadir, bukan hanya ada. Hadir secara fisik dan batin. Ia datang ke sekolah, menyapa guru, berbicara dengan siswa, mendengar keluh kesah masyarakat. Ia tidak hanya berkoordinasi lewat layar gawai atau melalui para pembantunya. Ia memimpin dengan hati.

Pemimpin semacam ini tidak akan merasa nyaman jika sehari saja ia tidak memberikan dampak positif. Ia akan merasa berdosa bila jabatan yang disandangnya tidak membawa perubahan. Ia tidak akan bersembunyi di balik rapat dan laporan, karena baginya, pendidikan bukan sekadar angka dan target, melainkan wajah masa depan bangsa.

Sayangnya, tidak sedikit pemimpin yang justru bersembunyi di balik kekuasaan. Mereka menjaga jarak dari realitas lapangan. Akibatnya, kebijakan yang lahir dari ruang rapat kerap tidak bersentuhan dengan kebutuhan nyata di sekolah.

Rotasi yang Bermakna

Sudah saatnya rotasi jabatan dikembalikan pada hakikatnya: memperkuat sistem, bukan memperkuat jaringan. Prinsip meritokrasi dan transparansi harus menjadi fondasi utama. Setiap rotasi harus memiliki indikator yang jelas — kinerja, kompetensi, dedikasi, dan rekam jejak pengabdian.

Lucunya, di beberapa daerah, sekolah yang sudah “bagus” justru menjadi rebutan. Semua ingin ditempatkan di sana, karena fasilitasnya lengkap dan lingkungannya nyaman. Padahal, makna sejati dari kepemimpinan adalah keberanian mengubah yang biasa menjadi luar biasa. Pemimpin yang hebat bukan yang mempertahankan kemapanan, melainkan yang berani membangun harapan.

Rotasi yang sehat akan menumbuhkan ekosistem pendidikan yang dinamis. Guru dan kepala sekolah belajar saling beradaptasi, berkolaborasi, dan terus berinovasi. Namun jika rotasi hanya menjadi alat kekuasaan, maka yang lahir bukan penyegaran, melainkan kelesuan.

Kita perlu menata ulang sistem rotasi jabatan pendidikan agar tidak kehilangan ruhnya. Kementerian dan dinas pendidikan perlu menegakkan prinsip profesionalisme dengan konsisten. Jabatan adalah amanah, bukan hak. Pemimpin sejati tidak dipilih karena kedekatan, tetapi karena kapasitas dan integritas.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.