VISI | Revitalisasi Pasar, Harga Kios/Los Kenapa "Mahal"?
Oleh H Dadang Karso
REVITALISASI pasar tradisional menjadi pasar modern selalu memunculkan sebuah pertanyaan: Kenapa harga kios/losnya "mahal"?
Pertama, mungkin ini karena sosialisasi yang sudah optimal dilakukan namun masih belum dipahami oleh sebagian pedagang pasar yang terkena program revitalisasi.
Kedua, para pedagang sendiri karena terbiasa ingin serba praktis, tidak sempat memahami faktor yang menjadikan harga per meter persegi kios dan lapak dirasakan mahal.
Ketiga, para pedagang sendiri sebagian mendapat informasi "mahal" itu hanya dari kelompoknya yang sama-sama mempersepsikan kios/los barunya itu mahal, tidak melihat pembanding harga. Karena mahal atau murah itu kan seharusnya ada pembanding dari harga kios/los dari pasar yang kelasnya setara.
Kecenderungan ini lebih repot lagi kalau ada pihak di luar pedagang yang memanfaatkan situasi itu untuk kepentingan pihak lain di luar pedagang. Sehingga hanya bermodalkan "kipas" saja bisa mempengaruhi sekelompok pedagang yang demikian, untuk menolak atau menunda revitalisasi pasar itu. Padahal, ketika kelompok pedagang ini nanti "tertinggal kereta" karena yang lain sudah membayar down payment (DP) untuk di kios/los baru pasar modern di lokasi-lokasi strategis, tidak ada yang akan bertanggungjawab.
Kelompok seperti ini biasanya selalu ada mewarnai revitalisasi pasar di mana pun. Tapi, akhirnya mereka kalau tidak kebagian kios/los ya harus menerima di tempat yang masih tersisa. Biasanya di lokasi-lokasi yang kurang strategis. Ini pengalaman yang saya amati dari berbagai pasar tradisional di Jawa Barat saat dilakukan revitalisasi dari pasar tradisional menjadi pasar modern atau pasar sehat.
Harga kios/los
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!