VISI | Politik Kita dalam Ruang Gelap
Di sinilah para wakil rakyat harus segera sadar. Menjadi anggota DPR bukan sekadar soal kursi empuk, mikrofon yang bisa dipakai bicara, atau kamera yang merekam gaya mereka. Tapi tentang tanggung jawab moral yang amat berat: menjaga harapan rakyat, bukan menghancurkannya.
Jika mereka masih menutup mata, jangan salahkan bila gelombang kemarahan berikutnya lebih dahsyat. Rakyat bisa kehilangan kesabaran, dan sejarah menunjukkan, ketika rakyat kehilangan kesabaran, rezim sebesar apa pun bisa runtuh.
Filsuf Yunani, Plato, pernah berpesan bahwa orang bijak memikirkan kehidupan politik, bukan karena kepentingan pribadi, tetapi demi kebaikan bersama. Barangkali pesan itulah yang kini harus diingat oleh para anggota DPR. Jika tidak, ruang gelap yang kita masuki hari ini bisa berubah menjadi jurang dalam yang akan menelan demokrasi. ***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!