VISI | Pidato Panas Prabowo: Dari Orasi ke Operasi

ED
Minggu, 17 Agustus 2025 | 10:14 WIB
Bagikan
VISI | Pidato Panas Prabowo: Dari Orasi ke Operasi

Makro: pertumbuhan ~5,1% YoY, inflasi ~2,4%, pengangguran ~4,8%, kemiskinan ~8,5%.

APBN 2026: belanja Rp3.786,5 T, pendapatan Rp3.147,7 T, defisit Rp638,8 T (~2,48% PDB).

Angka-angka ini adalah peta logistik: siapa mengerjakan apa, dengan berapa biaya, dan dampak apa yang diharapkan dalam tenggat tertentu.

Babak III: Strategi Serangan—Dari Podium ke Lapangan

Strategi kunci yang ditarik dari podium antara lain:

  1. Belanja tepat sasaran—program harus menyentuh dapur rakyat: harga pangan stabil, layanan kesehatan terjangkau, sekolah layak, energi murah.
  2. Hilirisasi & perluasan pasar—devisa digali lewat ekspor bernilai tambah, sementara diplomasi membuka jalur perdagangan.
  3. Tata kelola data & penyaluran—basis data tunggal dan teknologi menjadi “komandan lapangan” untuk menutup kebocoran.
  4. Konsistensi & kecepatan—implementasi harus presisi, cepat, akuntabel; birokrasi lincah, auditor menjadi mitra kualitas.

Babak IV: Risiko & MitigasiMenang dengan Kepala Dingin

Presiden tidak menutup mata terhadap risiko.

  • Tekanan fiskal dari program besar seperti MBG dan energi menuntut penerimaan optimal.
  • Inflasi pangan harus dikendalikan dari hulu ke hilir.
  • Transisi energi perlu desain pembiayaan kreatif agar tarif tidak mencekik rakyat.
  • Kapasitas eksekusi di daerah harus diperkuat dengan coaching dan pendampingan teknis.

Mitigasi bisa dilakukan melalui zero-based budgeting, kontrak kinerja lintas level, hingga dasbor publik yang menampilkan progres program prioritas. Dengan begitu rakyat bisa menjadi juri real-time.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.