VISI | Merdeka Belajar dan Manfaatnya
Pembelajaran Kurikulum 2013 umumnya hanya terfokus pada intrakurikuler (tatap muka), sementara pembelajaran Kurikulum Merdeka menggunakan paduan pembelajaran intrakurikuler (70-80% dari JP) dan kokurikuler (20-30% JP) melalui proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, Kurikulum Merdeka yang merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar mampu mengurangi dampak pembelajaran akibat pandemi Covid -19. Hal itu disampaikan pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Jakarta.
"Kurikulum Merdeka yang berawal dari upaya membantu para guru dan murid di masa pandemi, terbukti mampu mengurangi dampak pembelajaran," ujarnya. (Republika.go.id, Jum'at, 13 Mei 2022)
Tiga Karakteristik
Terdapat 3 karakteristik Kurikulum Merdeka, yaitu: Lebih fokus pada materi yang esensial. Dengan fokus pada materi yang esensial, maka beban belajar di setiap mata pelajaran menjadi lebih sedikit. Stuktur kurikulum yang lebih Fleksibel. Tersedianya banyak perangkat ajar.
Manfaat Program
Merdeka belajar merupakan salah satu upaya kemerdekaan dalam berpikir dan berekspresi. Hal ini harus terjadi pada guru terlebih dahulu lalu merambat ke peserta didik. Adapun berikut ini merupakan 10 manfaat program merdeka belajar bagi guru yang perlu diketahui versi kejarcita, di antaranya yaitu:
1. Mengurangi Beban Guru
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!