Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026

VISI | Menjadi Kepala Kucing atau Ekor Harimau

Desi Rossilawati
Senin, 20 April 2026 | 10:16 WIB
Bagikan
VISI | Menjadi Kepala Kucing atau Ekor Harimau

Fenomena “Ramai Setelah Ada Jabatan”

Kita sering menyaksikan fenomena yang hampir selalu berulang. Seseorang yang sebelumnya biasa saja, bahkan tidak terlalu diperhatikan, tiba-tiba berubah ketika diberi jabatan. Bukan hanya dirinya yang berubah, tetapi juga lingkungan di sekitarnya. Tiba-tiba: banyak yang mendekat, banyak yang mendukung, dan banyak yang memuji

Suara-suara kritis menghilang. Yang tersisa hanyalah persetujuan. Apakah ini karena programnya hebat? Belum tentu. Sering kali, ini karena posisi, bukan prestasi. Dalam konteks ini, menjadi bagian dari “harimau” memang terlihat menggiurkan. Harimau adalah simbol kekuatan, kekuasaan, dan dominasi. Namun pertanyaannya: jika kita hanya menjadi ekornya, apa yang sebenarnya kita miliki?

Ekor harimau memang besar. Namun ia tidak menentukan arah. Ia hanya mengikuti. Ia bergerak, tetapi bukan karena kehendaknya. Ia terlihat kuat, tetapi tidak memiliki kendali. Dan di sinilah letak bahayanya. Ketika seseorang memilih menjadi “ekor harimau”, ia sedang menyerahkan kebebasan berpikirnya.

Sebaliknya, menjadi “kepala kucing” mungkin terlihat sederhana, bahkan kecil. Tidak ada kemegahan, tidak ada sorotan. Namun kepala kucing memiliki satu hal yang tidak dimiliki ekor harimau: kendali. Ia menentukan arah. Ia berpikir. Ia bertindak sesuai nurani. Mungkin tidak besar, tetapi utuh. Mungkin tidak kuat, tetapi merdeka. Dalam dunia pendidikan, inilah yang dibutuhkan. Guru yang: berpikir mandiri, tidak mudah terpengaruh, dan berani menjaga nilai

Setiap guru pada akhirnya akan dihadapkan pada pilihan. Apakah ikut arus? Ataukah menjaga prinsip? Pilihan ini tidak selalu mudah. Karena sistem sering kali memberikan tekanan. Ada rasa takut tertinggal, takut tidak diakui, atau bahkan takut tersisih. Namun di sinilah kualitas seorang pendidik diuji. Karena guru bukan hanya mengajar pengetahuan, tetapi juga memberi teladan. Dan teladan itu tidak bisa diajarkan dengan kata-kata saja. Ia harus terlihat dalam sikap.

Hypnoteaching dan NLP

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.