VISI | Menjadi Kepala Kucing atau Ekor Harimau
Fenomena “Ramai Setelah Ada Jabatanâ€
Kita sering menyaksikan fenomena yang hampir selalu berulang. Seseorang yang sebelumnya biasa saja, bahkan tidak terlalu diperhatikan, tiba-tiba berubah ketika diberi jabatan. Bukan hanya dirinya yang berubah, tetapi juga lingkungan di sekitarnya. Tiba-tiba: banyak yang mendekat, banyak yang mendukung, dan banyak yang memuji
Suara-suara kritis menghilang. Yang tersisa hanyalah persetujuan. Apakah ini karena programnya hebat? Belum tentu. Sering kali, ini karena posisi, bukan prestasi. Dalam konteks ini, menjadi bagian dari “harimau†memang terlihat menggiurkan. Harimau adalah simbol kekuatan, kekuasaan, dan dominasi. Namun pertanyaannya: jika kita hanya menjadi ekornya, apa yang sebenarnya kita miliki?
Ekor harimau memang besar. Namun ia tidak menentukan arah. Ia hanya mengikuti. Ia bergerak, tetapi bukan karena kehendaknya. Ia terlihat kuat, tetapi tidak memiliki kendali. Dan di sinilah letak bahayanya. Ketika seseorang memilih menjadi “ekor harimauâ€, ia sedang menyerahkan kebebasan berpikirnya.
Sebaliknya, menjadi “kepala kucing†mungkin terlihat sederhana, bahkan kecil. Tidak ada kemegahan, tidak ada sorotan. Namun kepala kucing memiliki satu hal yang tidak dimiliki ekor harimau: kendali. Ia menentukan arah. Ia berpikir. Ia bertindak sesuai nurani. Mungkin tidak besar, tetapi utuh. Mungkin tidak kuat, tetapi merdeka. Dalam dunia pendidikan, inilah yang dibutuhkan. Guru yang: berpikir mandiri, tidak mudah terpengaruh, dan berani menjaga nilai
Setiap guru pada akhirnya akan dihadapkan pada pilihan. Apakah ikut arus? Ataukah menjaga prinsip? Pilihan ini tidak selalu mudah. Karena sistem sering kali memberikan tekanan. Ada rasa takut tertinggal, takut tidak diakui, atau bahkan takut tersisih. Namun di sinilah kualitas seorang pendidik diuji. Karena guru bukan hanya mengajar pengetahuan, tetapi juga memberi teladan. Dan teladan itu tidak bisa diajarkan dengan kata-kata saja. Ia harus terlihat dalam sikap.
Hypnoteaching dan NLP
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!