VISI | Menjadi Kepala Kucing atau Ekor Harimau

Desi Rossilawati
Senin, 20 April 2026 | 10:16 WIB
Bagikan
VISI | Menjadi Kepala Kucing atau Ekor Harimau
Oleh Drajat

ADA ungkapan lama yang kini terasa semakin relevan: ABS Asal Bapak Senang.

Sebuah pola pikir yang sederhana, tetapi dampaknya luar biasa merusak. Cukup memuji, menyanjung, memasang foto di sudut-sudut strategis, dan tiba-tiba pintu kekuasaan terbuka. Jabatan datang, fasilitas mengalir, dan lingkaran pergaulan berubah seketika.

Yang lebih memprihatinkan, praktik ini tidak lagi terasa asing. Ia merayap pelan, lalu menjadi kebiasaan. Dari ruang-ruang birokrasi hingga lembaga pendidikan, dari percakapan informal hingga keputusan strategis. Pertanyaannya: di mana letak profesionalisme, integritas, dan nurani?

Dalam sistem yang sehat, jabatan seharusnya diberikan kepada mereka yang memiliki kapasitas, kompetensi, dan rekam jejak. Namun dalam budaya ABS, yang menentukan bukan kualitas, melainkan kedekatan. Bukan kemampuan, tetapi kepatuhan. Bukan integritas, tetapi loyalitas semu.

Akibatnya, orang-orang yang sebenarnya mampu justru tersingkir. Sementara mereka yang pandai menyenangkan atasan naik ke permukaan. Di titik ini, organisasi mulai kehilangan arah. Keputusan tidak lagi berbasis kebutuhan, tetapi kepentingan. Program tidak lagi dirancang untuk kemajuan, tetapi untuk pencitraan. Dan ketika itu terjadi, tata kelola menjadi amburadul.

Dalam dunia pendidikan, situasi ini terasa semakin ironis. Guru setiap hari mengajarkan nilai: kejujuran, tanggung jawab, dan kerja keras. Namun di luar kelas, siswa melihat realitas yang berbeda. Mereka melihat bagaimana seseorang bisa naik bukan karena kemampuan, tetapi karena kedekatan. Mereka menyaksikan bagaimana suara lantang dukungan muncul bukan karena keyakinan, tetapi karena kepentingan.

Tanpa disadari, ini menjadi “kurikulum tersembunyi” yang jauh lebih kuat daripada pelajaran di kelas. Dan di sinilah konflik batin itu muncul. Guru berdiri di depan kelas, mengajarkan nilai. Namun di luar, nilai itu seolah dipatahkan oleh realitas.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.