VISI | Menjadi Guru, Bukan Sekedar Mengajar

ED
Senin, 9 Februari 2026 | 05:09 WIB
Bagikan
VISI | Menjadi Guru, Bukan Sekedar Mengajar

Oleh Drajat

MENJADI guru bukanlah sekadar profesi. Ia adalah panggilan jiwa, ruang pengabdian, dan medan perjuangan untuk membentuk masa depan. Bagi sebagian orang, menjadi guru adalah pilihan terakhir, tetapi bagi penulis, menjadi guru adalah pilihan yang paling mulia dan bermakna.

Lebih dari tiga dekade menjalani profesi ini, penulis menyaksikan betapa pendidikan bukan hanya soal menyampaikan materi pelajaran, tetapi tentang menghidupkan nilai, menumbuhkan harapan, dan membimbing langkah demi langkah setiap anak menuju versi terbaik dirinya. Guru bukan hanya sumber informasi, melainkan fasilitator kehidupan.

Menjadi guru bukanlah cita-cita pertama penulis saat kecil. Seperti anak-anak lain, penulis pernah ingin menjadi pilot, dokter, bahkan tentara. Namun, takdir membawa langkah penulis ke dunia pendidikan — dan di sanalah penulis menemukan makna sesungguhnya dari hidup.

Awalnya, penulis hanya ingin mencoba. Tapi begitu memasuki ruang kelas pertama penulis, melihat mata-mata polos yang menatap penuh harap, penulis tahu: inilah panggilan penulis. Tidak ada sambutan megah, tidak ada tepuk tangan, hanya suara-suara kecil yang menyapa, “Selamat pagi, Pak.” Dan itu cukup membuat hati penulis hangat.

Penulis masih ingat seorang siswa bernama Carla. Ia duduk di pojok kelas, pendiam, dan nyaris tak pernah berbicara. Tapi suatu hari, setelah penulis memberinya tugas menulis impian, ia menulis: “Saya ingin jadi guru seperti Bapak. Guru yang sabar dan tidak marah-marah.” Penulis terdiam membaca tulisannya. Dari situ penulis sadar, setiap tindakan penulis di kelas bisa membentuk mimpi seseorang.

Menjadi guru bukan hanya soal menyampaikan pelajaran, tapi menjadi bagian dari proses tumbuhnya manusia. Setiap pagi penulis berangkat bukan sekadar untuk bekerja, tapi untuk melayani. Guru adalah pelayan harapan. Dan penulis bersyukur menjadi salah satunya. Tak ada jalan sunyi dalam profesi guru. Setiap guru, pasti punya masa-masa gelap dan pertanyaan mendalam: “Masih sanggupkah aku melanjutkan ini semua?” Penulis pun tidak luput dari itu.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.