Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

VISI | Menata Negeri dengan Literasi

ED
Senin, 22 September 2025 | 06:10 WIB
Bagikan
VISI | Menata Negeri dengan Literasi

Ketiga, jadikan literasi bagian dari budaya, bukan sekadar program. Literasi tidak boleh berhenti di ruang kelas. Literasi harus menjadi gaya hidup: di rumah, di sekolah, di tempat kerja, bahkan di ruang publik. Membaca buku di taman, berdiskusi di warung kopi, atau menulis di media sosial dengan santun adalah bentuk nyata membudayakan literasi.

Keempat, literasi harus diarahkan pada produktivitas. Membaca saja tidak cukup jika tidak diikuti dengan menulis dan berkarya. Anak-anak kita perlu didorong untuk menghasilkan karya tulis, artikel, puisi, bahkan buku sejak dini. Dengan begitu, mereka akan terbiasa mengekspresikan diri sekaligus menyumbangkan gagasan untuk bangsanya.

Menata negeri dengan literasi bukan pekerjaan semalam. Ini adalah kerja panjang, lintas generasi. Namun, langkah itu harus dimulai sekarang. Jangan menunggu bangsa ini semakin tertinggal baru kita menyadarinya.

Literasi adalah nyawa pendidikan, dan pendidikan adalah ruh peradaban. Jika kita ingin Indonesia maju, beradab, dan bermartabat, maka jalan satu-satunya adalah menata negeri ini dengan literasi.

Sebab, bangsa yang gemar membaca adalah bangsa yang luas wawasannya. Bangsa yang rajin menulis adalah bangsa yang tidak akan hilang dalam sejarah. Dan bangsa yang menata diri dengan literasi adalah bangsa yang mampu berdiri tegak sejajar dengan bangsa-bangsa besar di dunia. Yu, mulai.***

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.