VISI | Membangun Bangsa Dimulai dari Guru
Dan dari gagasan itu, masa depan dibangun.
Bangsa kuat lahir dari guru yang menulis.
Kini tugas besar itu kembali ke meja guru. Di tengah derasnya tuntutan digital dan minimnya waktu luang, keteladanan tetap menjadi fondasi profesi pendidik. Menulis bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjaga kewarasan intelektual bangsa. Guru yang menulis menghadirkan arah, bukan hanya instruksi. Ia memberi nyala, bukan sekadar ceramah. Jika setiap guru memulai dari satu paragraf sehari, maka kita sedang merawat harapan kolektif untuk masa depan. Hari Guru 2025 semestinya menjadi momentum kembali ke akar profesi: membaca, menulis, dan memberi teladan. Dari guru, bangsa ini menemukan pijakannya. Wallahu 'alam.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!