VISI | Melepaskan

Desi Rossilawati
Jumat, 17 Juli 2026 | 09:33 WIB
Bagikan
VISI | Melepaskan

Sebagai hipnoterapis, penulis menyaksikan banyak orang mulai pulih bukan ketika masalahnya hilang. Tetapi ketika ia berhenti melawan kenyataan yang tidak dapat diubah. Ia mulai menerima. Ia mulai berdamai. Ia mulai berkata, "Ya Allah, aku telah berusaha. Kini aku serahkan hasilnya kepada-Mu." Kalimat itu sederhana. Namun memiliki kekuatan luar biasa. Karena pada saat berserah diri, hati menemukan ruang untuk bernapas.

Di tengah keadaan yang sering membuat kita gelisah, mungkin yang paling kita perlukan bukan sekadar informasi baru. Melainkan keheningan. Matikan telepon genggam sejenak. Duduklah bersama keluarga. Membaca kitab. Merenung. Berjalan menikmati udara pagi. Mendengarkan suara burung. Menikmati secangkir teh atau kopi tanpa tergesa-gesa. Hal-hal sederhana itu sering kali menjadi jalan pulang bagi jiwa yang lelah.

Sebagai guru, penulis percaya bahwa peserta didik tidak hanya membutuhkan guru yang cerdas. Mereka membutuhkan guru yang tenang. Guru yang mampu tersenyum meskipun sedang menghadapi persoalan. Guru yang tidak mudah dikuasai kemarahan. Guru yang memancarkan kedamaian. Dan kedamaian itu lahir dari hati yang mampu melepaskan. Melepaskan dendam. Melepaskan iri hati. Melepaskan kesombongan. Melepaskan keinginan untuk selalu benar. Karena hati yang penuh tidak mampu menerima cahaya. Tetapi hati yang lapang akan mudah menerima hikmah.

Melepaskan bukan berarti berhenti peduli terhadap keadaan. Sebaliknya. Kita tetap bekerja. Tetap mendidik. Tetap mengingatkan. Tetap menulis. Tetap menyuarakan nilai-nilai kebaikan dengan santun. Namun kita tidak membiarkan kemarahan menguasai hati. Sebab jika hati dikuasai amarah, kita kehilangan kejernihan. Dan ketika kejernihan hilang, kebijaksanaan ikut menjauh.

Pada akhirnya, hidup ini adalah perjalanan pulang. Semua yang kita kumpulkan akan tertinggal. Yang ikut hanyalah amal, kejujuran, kasih sayang, dan manfaat yang pernah kita berikan kepada sesama. Karena itu, jangan terlalu berat memikul dunia. Lepaskan apa yang memang bukan milik kita. Serahkan apa yang berada di luar kemampuan kita kepada Allah SWT. Teruslah berikhtiar dalam kebaikan. Teruslah menebarkan cahaya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.