VISI | May Day: Refleksi Masa Lalu untuk Masa Depan Buruh Jawa Barat
Harapan akan Publisher Right sebagai penopang keberlangsungan media pun belum dirasakan manfaatnya oleh banyak pihak. Dalam situasi ekonomi yang sulit ini, pernyataan Gubernur Jabar yang merasa bangga dengan aktivitasnya di media sosial dan memangkas anggaran untuk media dari Rp 50 miliar menjadi Rp 3 miliar, justru terasa sebagai kebanggaan yang menyakitkan bagi para pengusaha media. Dampak lebih lanjut dari PHK besar-besaran di sektor media adalah munculnya potensi kelompok masyarakat miskin baru, para tulang punggung keluarga yang kehilangan mata pencaharian dan mungkin luput dari data serta bantuan pemerintah.
Peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei, seharusnya menjadi momentum untuk merefleksikan kembali esensi perjuangan buruh. Bukan sekadar turun ke jalan dengan aksi anarkis, melainkan membangun dialog yang konstruktif, mencari solusi bersama atas permasalahan yang dihadapi.
Anarkisme hanya akan menjauhkan kita dari tujuan mulia perjuangan buruh, yaitu kesejahteraan dan keadilan. Mari jadikan May Day sebagai pengingat akan pentingnya persatuan, dialog, dan tindakan nyata untuk mewujudkan kondisi kerja yang lebih baik bagi seluruh buruh di Jawa Barat.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!