VISI | Mang Odang, Bertani Brokoli atau "Bertani" Kripto?
Oleh Aep S. Abdullah
MANG Odang—bukan nama sebenarnya—adalah petani brokoli di kampung. Ia punya ijazah S1 dan S2 yang nyaris tak berguna untuk mendapat pekerjaan mapan. Di siang hari ia setia mengurus kebun, malamnya ia menjadi “trader kripto kampung” yang lihai mengintip koin-koin lucu di DEX.
Di kebun, ia terbiasa menghitung jarak tanam, waktu penyiraman, dan kapan pupuk harus diberikan. Di dunia kripto, ia menghitung market cap, volume transaksi, dan tren harga sambil sesekali screenshoot portofolio buat disimpan di HP.
Pada 16 Juni 2025, ia memutuskan mencoba peruntungan di meme coin SHIB. Ia membeli senilai $1.000 atau sekitar Rp16,5 juta di harga $0,0000000001984—angka yang kalau dibaca cepat bisa bikin lidah keseleo.
Dengan harga itu, Mang Odang berhasil membeli sekitar 5,04 triliun SHIB. Jumlahnya bikin ia terkekeh sendiri: “Kalau ini brokoli, sudah bisa buka kebun dari sini sampai ujung kampung.”
Ia lalu memutuskan hold sambil tetap ke kebun. “Biar koinnya tumbuh dulu, seperti benih brokoli yang menunggu musim panen,” ujarnya.
Tepat 31 Juli 2025, harga SHIB melonjak ke $0,000000001268. Nilai investasinya menjadi $6.395,72 atau sekitar Rp104,22 juta.
Artinya, dari modal $1.000, ia untung bersih $5.396—margin yang cukup untuk membeli pupuk dan peralatan tani baru.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!