Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026

VISI | Mang Odang, Bertani Brokoli atau "Bertani" Kripto?

ED
Selasa, 12 Agustus 2025 | 08:15 WIB
Bagikan
VISI | Mang Odang, Bertani Brokoli atau "Bertani" Kripto?

Oleh Aep S. Abdullah

MANG Odang—bukan nama sebenarnya—adalah petani brokoli di kampung. Ia punya ijazah S1 dan S2 yang nyaris tak berguna untuk mendapat pekerjaan mapan. Di siang hari ia setia mengurus kebun, malamnya ia menjadi “trader kripto kampung” yang lihai mengintip koin-koin lucu di DEX.

Di kebun, ia terbiasa menghitung jarak tanam, waktu penyiraman, dan kapan pupuk harus diberikan. Di dunia kripto, ia menghitung market cap, volume transaksi, dan tren harga sambil sesekali screenshoot portofolio buat disimpan di HP.

Pada 16 Juni 2025, ia memutuskan mencoba peruntungan di meme coin SHIB. Ia membeli senilai $1.000 atau sekitar Rp16,5 juta di harga $0,0000000001984—angka yang kalau dibaca cepat bisa bikin lidah keseleo.

Dengan harga itu, Mang Odang berhasil membeli sekitar 5,04 triliun SHIB. Jumlahnya bikin ia terkekeh sendiri: “Kalau ini brokoli, sudah bisa buka kebun dari sini sampai ujung kampung.”

Ia lalu memutuskan hold sambil tetap ke kebun. “Biar koinnya tumbuh dulu, seperti benih brokoli yang menunggu musim panen,” ujarnya.

Tepat 31 Juli 2025, harga SHIB melonjak ke $0,000000001268. Nilai investasinya menjadi $6.395,72 atau sekitar Rp104,22 juta.

Artinya, dari modal $1.000, ia untung bersih $5.396—margin yang cukup untuk membeli pupuk dan peralatan tani baru.

Namun Mang Odang tahu, keuntungan besar itu bukan hasil keberuntungan semata. Ia kini rajin menganalisa “jenis-jenis tanaman kripto”—mencari koin yang fundamentalnya bagus agar asetnya tidak amblas.

Baginya, dunia kripto itu seperti bertani: jangan cuma tanam satu jenis. Kadang harus diselingi juga dengan “tomat, terung, dan cabai rawit” alias altcoin lain yang prospeknya cerah.

Ia belajar dari kebun: kalau hanya brokoli saja, risiko gagal panen besar. Dari enam kali musim tanam, ia pernah amblas dua kali akibat serangan hama dan cuaca ekstrem.

Untuk perbandingan, ia hitung: modal Rp16,5 juta untuk setengah hektar brokoli bisa menghasilkan 4–5 ton panen. Dengan harga rata-rata Rp10.000/kg, pendapatan kotor Rp40–50 juta, laba bersihnya Rp23–33 juta per musim tanam.

Di kripto, sekali “panen bagus” seperti skenario SHIB di atas, labanya bisa sampai Rp87 juta—lebih dari dua kali lipat hasil brokoli terbaiknya. Tapi kalau “musim kripto” jelek, harga bisa jatuh lebih cepat dari daun brokoli yang layu.

Dari situ, ia mulai menerapkan prinsip rotasi tanaman juga di portofolio kriptonya. Ada “tanaman cepat panen” seperti meme coin untuk cuan cepat, dan ia tengah memikirkan juga “tanaman tahunan” seperti koin favorit BTC atau ETH untuk jangka panjang.

Ia sadar, baik bertani maupun bertrading, kunci sukses ada di manajemen risiko: jangan habiskan semua modal di satu tempat dan jangan tergoda menjual atau membeli hanya karena ikut-ikutan tetangga.

Jadi, pilihan bertahan jadi petani atau full-time trader bagi Mang Odang bukan hanya soal cuan, tapi juga soal hati: kebun memberi ketenangan, kripto memberi tantangan.

Mang Odang memilih jalannya sendiri—siang panen brokoli, malam panen koin. Bagi dia, baik daun brokoli maupun chart hijau punya aroma kemenangan yang sama: segar dan bikin semangat.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.