VISI | Koperasi, Masihkah Sokoguru?
Oleh Aep S. Abdullah
TAHUN 1990, saat pertama kali mengenal koperasi, kesan yang melekat adalah kelembaman. Seolah koperasi itu hanya tempat berkumpulnya para manula, yang mengisi hari tua dengan rapat dan catatan keuangan kecil. Di setiap perayaan Hari Koperasi, suasananya terasa seperti reuni besar para penggiat koperasi yang rambutnya telah memutih, namun semangatnya tetap menyala.
Kala itu ada nama-nama besar di panggung koperasi Jawa Barat dan Kota Bandung. RH Lily Sumantri, mantan Bupati Bandung yang menjadi Ketua Dekopinwil Jawa Barat, adalah salah satu yang selalu hadir dalam forum strategis. Di Kota Bandung, H.E. Natawidjaja memimpin Dekopinda dengan gaya khasnya yang hangat. Zainal Abidin menjadi sosok sentral di Kopti Jawa Barat, sementara di Kabupaten Bandung, H. Waroi memimpin KUD Pacet dengan dedikasi luar biasa.
Mereka adalah para suhu koperasi. Tidak hanya hadir, tapi juga membina, memelihara, dan merawat eksistensi koperasi dengan tulus dan ikhlas. Tidak ada gaji besar, tidak ada fasilitas mewah. Yang ada hanya tekad untuk menjadikan koperasi sebagai jalan memperkuat ekonomi rakyat.
Waktu berlalu. Generasi demi generasi berganti. Namun, ketika menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi ke-77 tahun 2024 lalu di Gedung Senbik, ada perasaan yang familiar. Seperti kilas balik yang tak bisa dihindari. Wajah-wajah yang hadir tetap penuh semangat, tapi banyak yang sudah sepuh. Pak Asep Nurdin, Ketua Kopti, tampil energik. Mustopa Djamaludin, Ketua Dekopinwil yang juga mantan Kepala Dinas Koperasi & UMKM Jawa Barat, tetap setia di garis depan. Dan, tentu saja doa saya yang selalu mengalir untuk kesehatannya Kang H. Usep Sumarno, doktor yang merintis koperasi dari Koperasi Pasar Cicaheum hingga sekarang sebagai Ketua Dekopinda Kota Bandung. Ia menjadi Ketua Panpel Harkop ke-77 dan sekarang masih diandalkan sebagai tokoh penggerak koperasi di Kota Bandung dan Jawa Barat.
Ada juga Kang Dadan, Kang Beni, Kang Asep, Kang Mumu dan sejumlah teman lainnnya dari Dekopinda dan Dekopinwil yang setia menjadi pentatalaksana koperasi. Namun kehilangan besar terasa—sosok Pak Andra Azwar Ludin, tokoh penting pendiri dan Ketua Kopanti Jawa Barat yang membangun Gedung Senbik dan mendedikasikan lebih separuh hidupnya untuk koperasi PKL, telah tiada.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!