VISI | Kiai: Dari Ladang ke Layar, dari Nadoman ke Narsisman

ED
Kamis, 10 April 2025 | 06:39 WIB
Bagikan
VISI | Kiai: Dari Ladang ke Layar, dari Nadoman ke Narsisman

Kita perlu kembali belajar dari kiai-kiai zaman dulu: bahwa kharisma itu datang dari integritas, bukan dari pencitraan. Bahwa ilmu itu bukan sekadar dibagikan, tapi juga diamalkan. Dan bahwa nadoman Sunda bisa lebih menyejukkan daripada ceramah yang isinya saling sindir.

Sebelum kiai kita semua jadi influencer, ada baiknya kita menjadi pengingat—bahwa di balik setiap sarung yang sederhana, pernah ada pemikir besar yang mengubah masyarakat lewat nadoman dan sawah, bukan lewat centang biru. Kiai bukan hanya pemimpin spiritual, tapi penjaga kebudayaan. Jangan sampai kehilangan dua-duanya hanya demi satu jabatan.***

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.