Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026

VISI | Keterlibatan Perempuan di Kancah Politik Indonesia

ED
Selasa, 15 Oktober 2024 | 15:39 WIB
Bagikan
VISI | Keterlibatan Perempuan di Kancah Politik Indonesia

Oleh Fasha Imani Madris

DI Indonesia saat ini, keterlibatan perempuan sebagai anggota legislatif dalam bidang politik belum merata secara maksimal di berbagai daerah. Hal ini tentu di pengaruhi oleh budaya Patriarki yang memposisikan perempuan selalu di bawah laki laki yang kurang layak terjun pada panggung politik. Padahal kita tau bahwa dari zaman dulu kehadiran perempuan di tengah masyarakat sangat berperan penting dan memiliki fungsi dalam kesejahteraan dan keberlangsungan hidup masyarakat. Sebut saja contohnya Gayatri Rajapatni, tokoh sentral di balik puncak kejayaan Majapahit. Apabila melihat kerajaan bernafaskan Hindu-Budha sangat susah di cerna masyarakat dahulu dengan isme tersebut memberi ruang pada perempuan untuk mengatur berbagai kebijakan , tapi sejarah mencatat bahwa Gayatri Rajapatnilah yang membawa Majapahit pada puncak kejayaannya.

Sayangnya, sejak era reformasi kebanyakan masyarakat saat ini kurang menyadari peran dan fungsi tersebut sehingga banyak perempuan yang termarginalkan oleh sudut pandang tersebut. Contohnya, di lembaga-lembaga pemerintahan, kabinet, komunitas atau organisasi-organisasi tertentu selalu lebih akrab dengan aktivitas laki-laki di banding perempuan. Hal ini sejalan dengan pendapat Muniarti (2004:8) mendefinisikan patriarki sebagai sistem yang bercirikan laki-laki. Dalam sistem ini laki-laki memiliki kuasa penuh untuk menentukan segala keputusan baik dalam urusan domestik hingga di bawa sampai urusan legislatif.

Hal ini juga berbanding terbalik sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945, Pasal 281 (2) menyebutkan “Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif”.

Memang di akui adanya keterbatasan perempuan seperti kesulitan mengemukakan argumen karena di dasari rasa malu dan takut salah. Selain itu, perempuan kerap kali di cap sebagai mahkluk yang tidak bisa berfikir melalui nalar yang logis karena tidak mampu mengendalikan emosi. Namun kita tidak bisa menyalahkan sepenuhnya, karena kondisi tersebut di pengaruhi oleh dampak dari praktik budaya patriarki yaitu perempuan kerap di bebankan beban kerja domestik dan mengedepankan kesejahteraan keluarga di rumah. Sehingga, kurang menyadari bahwa dirinya adalah seorang pribadi yang mempunyai hak azasi manusia yang sama dan mampu jika harus mengurus tugas-tugas politis.

Persoalan kepemimpinan adalah persoalan penting yang harus terus di bahas dan di cari solusinya, isu ini harus terus di angkat dan menjadi perhatian lebih dari para pemangku kebijakan bahwa perempuan harus mulai hadir secara masif di ruang publik khususnya di panggung politik. Harapannya agar perempuan Indonesia bisa lebih berdaya dan mampu merumuskan berbagai kebijakan yang dampaknya dapat memperdayakan perempuan-perempuan miskin yang kerap mengalami kekerasan diskriminatif hingga saat ini.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.