VISI | Kereta 'Whoosh'

ED
Minggu, 24 September 2023 | 06:50 WIB
Bagikan
VISI | Kereta 'Whoosh'

Meski demikian, Kereta Whoosh harus terus bekerja cepat dan kilat, ada penumpang atau tidak, karena harus mengembalikan uang sebesar Rp100 triliun lebih.

Awalnya, untuk membangun kereta cepat ini pihak China merinci dana yang dibutuhkan sebesar US$ 5,13 miliar atau Rp 76 triliun, perlahan berubah menjadi US$ 6,071 miliar dan sekarang biaya tembus US$ 7,2 miliar atau lebih dari Rp100 triliun.

Whoosh setiap hari harus mengangkut 31.215 penumpang, dengan tarif rata-rata Rp300 ribu saja setahun hanya dapat Rp2,7 triliun. Jadi, Whoosh harus bekerja keras dan tergopoh-gopoh selama lebih 40 tahun untuk mencapai break event point (BEP), itu pun kalau di tubuh Whoosh bersih dari bandit-bandit korupsi. Kalau tidak, Whoosh harus tergopoh-gopoh bekerja lebih lama lagi.

Whoosh... Semoga tidak ketuaan di jalan. ***

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.