Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

VISI | Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Sampah

ED
Kamis, 10 Oktober 2024 | 16:19 WIB
Bagikan
VISI | Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Sampah

Oleh Sonson Garsoni *)

TEMPAT Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, telah berulang kali mengalami kondisi penuh (overload) sepanjang masa operasionalnya. Hal ini disebabkan oleh terus meningkatnya volume sampah yang masuk setiap harinya dari wilayah Bandung Raya, yang mencapai ribuan ton. Solusi yang selama ini diterapkan oleh pemerintah hanyalah memperluas areal TPA Sarimukti, tanpa diimbangi dengan upaya serius dalam mengolah sampah itu sendiri. Perluasan lahan tersebut hanyalah solusi sementara dan bersifat jangka pendek, yang pada akhirnya akan kembali menghadapi masalah overload di masa mendatang. Siklus penuh-perluas-penuh ini menunjukkan ketidakmampuan strategi pengelolaan sampah yang selama ini dijalankan.

Permasalahan semakin diperparah dengan kenyataan bahwa sampah yang masuk ke TPA Sarimukti sebagian besar bukanlah sampah residu (yang sudah tidak bisa diolah lagi). Banyak sekali proporsi sampah organik dan material lain yang sebenarnya masih dapat dimanfaatkan seperti pakan ternak atau diolah menjadi kompos, biogas, atau produk daur ulang. Ketidakmampuan mengolah sampah secara optimal ini berakibat pada peningkatan resiko lingkungan yang sangat serius. Sampah organik yang tertimbun di TPA akan mengalami dekomposisi anaerobik, menghasilkan gas metana (CH₄) dalam jumlah besar. Metana adalah gas rumah kaca yang jauh lebih poten daripada karbon dioksida dalam menyebabkan pemanasan global. Jika diasumsikan satu ton sampah organik menghasilkan 40 m³ metana, maka jutaan ton sampah yang menumpuk di TPA Sarimukti dan di semua TPA Sampah di seluruh tanah air berkontribusi signifikan terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca.

Akumulasi emisi gas metana dari TPA, yang tidak dikelola dengan baik, jelas memperburuk perubahan iklim. Dampaknya terlihat pada pemanasan global yang semakin nyata, ditandai dengan cuaca yang semakin tidak menentu, peningkatan suhu udara, dan berbagai fenomena ekstrem lainnya. Untuk itu, solusi yang berkelanjutan dan komprehensif sangat dibutuhkan, bukan hanya memperluas TPA. Investasi di teknologi pengolahan sampah, peningkatan program daur ulang, edukasi publik, dan penerapan prinsip ekonomi sirkular bahkan mengenalkan kearifan lokal kepada masyarakat merupakan langkah penting untuk mengatasi masalah sampah di Bandung Raya dan mencegah dampak lingkungan yang lebih buruk di masa depan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.