VISI | KDM, Islam dan Sunda Wiwitan

ED
Selasa, 25 Maret 2025 | 05:26 WIB
Bagikan
VISI | KDM, Islam dan Sunda Wiwitan

Pendekatan ini sejalan dengan dalil dalam Al-Qur'an, "U'd'u ila sabili rabbika bil hikmati wal mau'izatil hasanah, wa jadilhum billati hiya ahsan" (QS. An-Nahl: 125), yang artinya "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik." KDM bukan hanya berdakwah dengan kata-kata, tetapi dengan kebijaksanaan dan pendekatan yang dapat diterima oleh masyarakatnya.

Dalam hubungannya dengan alam dan lingkungan ia mengadopsi prinsip rahmatan lil alamin, di mana Islam menjadi rahmat bagi semua. Gaya kepemimpinannya menunjukkan bahwa Islam bisa hidup berdampingan dengan tradisi lokal tanpa harus kehilangan esensinya. Ini pula yang menjadi kunci suksesnya dalam membangun Purwakarta, yang kini dikenal sebagai salah satu daerah dengan identitas budaya yang kuat di Jawa Barat.

Sunda Wiwitan, katanya, selama ini juga masih banyak yang menyalah artikan. Sunda Wiwitan adalah ajaran untuk memelihara keseimbangan dan harmoni dengan lingkungan yang diajarkan oleh para leluhur Sunda tempo dulu.

Tentu, di balik segala pujian, ada juga tantangan dan kritik. Beberapa pihak menilai pendekatannya terlalu populis atau hanya sekadar mencari panggung. Namun, bagi masyarakat kecil yang merasakan langsung manfaat dari kebijakannya, KDM adalah sosok yang membawa perubahan nyata.

Keberhasilan KDM juga tidak lepas dari kemampuannya dalam memahami psikologi massa. Ia tidak sekadar membangun infrastruktur fisik, tetapi juga infrastruktur sosial dan kultural. Ini yang membuatnya lebih dari sekadar politisi—ia adalah seorang pemimpin dengan visi yang kuat.

Dengan segala keunikannya, KDM telah menciptakan fenomena baru dalam dunia politik Indonesia. Ia adalah bukti bahwa kepemimpinan tidak hanya tentang kekuasaan, tetapi juga tentang bagaimana memahami akar budaya masyarakat yang dipimpin. Seperti kata pepatah Sunda, "Ulah nepi ka kapalang beungeut, kudu nepi ka jero hate." (Jangan hanya melihat dari permukaan, tapi pahami sampai ke dalam hati).

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.