VISI | KDM, Islam dan Sunda Wiwitan

ED
Selasa, 25 Maret 2025 | 05:26 WIB
Bagikan
VISI | KDM, Islam dan Sunda Wiwitan

Keunikan KDM sebagai pemimpin adalah bagaimana ia menjalankan "dakwah bil hal" atau dakwah melalui tindakan nyata. Ia bukan sekadar berbicara tentang kebaikan, tetapi melakukannya. Ibadah yang ia jalankan bukan hanya lazimah (untuk diri sendiri), tetapi muta’adiyyah (bermanfaat bagi orang lain). Ini terlihat dari bagaimana ia memberikan bantuan langsung kepada masyarakat kecil, terkadang dengan gaya yang unik dan penuh gimmick.

Gaya kepemimpinan ini membuatnya menjadi tokoh yang fenomenal. Ia bukan sekadar politisi, tetapi juga seorang "kiai" dalam konteks sosial-politik, menginspirasi banyak orang dengan pendekatan yang tak biasa. Kemampuannya dalam berkomunikasi secara lugas dan strategis, serta kedekatannya dengan masyarakat, menjadikannya salah satu pemimpin paling berpengaruh di Jawa Barat.

Fenomena KDM ini mengingatkan saya juga pada sebuah pengalaman di tahun 1990-an. Saat itu, media tempat saya bekerja di beli oleh media besar dari Jakarta yang sudah menguasai 9 media cetak di Tanah Air dan mencoba masuk ke pasar Jawa Barat dengan dana melimpah dan SDM terbaik. Kita berkantor di kawasan elit Braga, Bandung, tetapi media kami gagal berkembang. Sampai akhirnya, seorang budayawan dari UGM, Umar Kayam, berkata kepada salah satu pimpinan media kami, "Kamu tidak akan berhasil selama kamu tidak memahami budaya orang Jawa Barat".

Memang pada saat itu, rubrik-rubrik yang terkait dengan Islam dan budaya Sunda dihilangkan oleh para pimpinan baru ini. Mereka mengantinya dengan rubrik yang berkelas, seperti analisa pasar modal, opini, dan statistik. Tapi, tiras pun melorot begitu juga pendapatan iklan. Pembaca sudah banyak yang berkomentar media kami sudah bukan lagi medianya Jawa Barat. Sampai akhirnya bubar dan pindah kepemilikan.

KDM memahami betul filosofi ini. Ia tidak hanya memimpin, tetapi juga menyelami budaya Sunda dengan pendekatan yang kontekstual. Ia seperti menjelma menjadi figur yang menghidupkan kembali ajaran Sunda Wiwitan yang mengedepankan harmoni dengan alam, tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.