Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026

VISI | Karakter

ED
Kamis, 6 Maret 2025 | 05:30 WIB
Bagikan
VISI | Karakter

Oleh Aep S Abdullah

Mahatma Gandhi

PARA guru di sekolah telah melakukan tugas berat dalam memberikan pendidikan karakter kepada siswa. Setiap hari, mereka mengajarkan nilai-nilai luhur seperti jujur, santun, dan saling menghormati. Namun ironisnya, di luar lingkungan sekolah, siswa justru menyaksikan perilaku para tokoh panutan bangsa yang bertentangan dengan nilai-nilai tersebut. Melalui media sosial, mereka melihat contoh ketidakjujuran, kemunafikan, dan sikap tanpa malu yang dipertontonkan tanpa rasa tanggung jawab.

Sebagai contoh, seorang siswa yang diajarkan bahwa "kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana saja" mungkin bingung ketika melihat seseorang dengan pengaruh besar dapat lolos dari kebohongan atau tindak tidak etis tanpa hukuman. Di sini, filosofi Aristoteles menjadi relevan: "Kebajikan adalah kebiasaan, bukan tindakan. Kebiasaan ini dibentuk dari contoh." Jika contoh yang diberikan adalah perilaku buruk, kebiasaan buruklah yang akan terbentuk.

Anekdot dari seorang guru menambah kesadaran kita ini: "Saya pernah memberi tahu siswa bahwa gotong royong adalah ciri bangsa kita. Tapi suatu hari, salah satu dari mereka bertanya, 'Kalau begitu, kenapa orang-orang terkenal sering hanya peduli pada dirinya sendiri di berita?' Saya terdiam." Guru tersebut benar-benar menggambarkan dilema antara pendidikan formal dan realitas.

Dalam situasi ini, negara harus memainkan peran penting. Regulasi perlu diterapkan untuk memastikan bahwa perilaku tidak etis dari tokoh publik mendapat sanksi tegas. Sebagai analogi, seperti halnya seorang anak dimarahi jika melanggar aturan rumah, demikian pula tokoh masyarakat harus mendapat konsekuensi atas pelanggaran etika. Hal ini mengingatkan kita pada perkataan Immanuel Kant: "Hukum tanpa moral adalah kosong, moral tanpa hukum adalah buta."

Humor juga bisa menjadi alat untuk menyadarkan masyarakat. Seorang komedian pernah berkata, "Kalau tidak malu sama Tuhan, paling tidak malulah sama followers-mu di Instagram." Ini adalah cara ringan untuk menyoroti bagaimana media sosial sebenarnya dapat digunakan untuk menegakkan tanggung jawab sosial.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.