VISI | Jurus Cerdas Bupati Bedas

ED
Sabtu, 27 September 2025 | 05:39 WIB
Bagikan
VISI | Jurus Cerdas Bupati Bedas

Oleh Aep S Abdullah

BUMI Pasundan, khususnya Kabupaten Bandung, kini bukan sekadar panggung politik, tapi juga laboratorium kebijakan fiskal yang memukau. Di tengah guncangan ekonomi dan ancaman defisit daerah, Bupati HM Dadang Supriatna justru menunjukkan kepiawaiannya. Beliau bukan hanya piawai berlayar di tengah badai anggaran, tapi bahkan berhasil "membajak" kapal besar bernama Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo untuk menyejahterakan rakyatnya sendiri.

Meredam Badai Fiskal dengan Suntikan Rp 5 Triliun

Kabupaten Bandung menghadapi situasi fiskal yang sulit di APBD 2026. Anggaran lebih dari Rp 7 triliun, tapi tiba-tiba hampir Rp 1 triliun Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) menguap karena efisiensi anggaran pusat, di tengah PAD yang menciut kurang lebih Rp 600 miliar akibat kondisi ekonomi yang kurang baik. Di timpa lagi dengan Dana Bagi Hasil (DBH) yang diterima hanya Rp 193 miliar—jauh dari perkiraan. Angka-angka ini adalah resep sempurna untuk perlambatan pembangunan.

Sebetulnya, bukan hanya Kabupaten Bandung hampir semua daerah mengalami kondisi yang sama. Bahkan APBD Jawa Barat 2026 turun Rp2,4 triliun akibat penurunan dana transfer pusat ini. DBH turun dari Rp2,2 triliun menjadi Rp843 miliar, DAU dari Rp4 triliun menjadi Rp3,3 triliun, serta penghapusan DAK fisik senilai Rp276 miliar. DAK nonfisik untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Rp4,8 triliun menjadi Rp4,7 triliun. Kabupaten Bandung juga kena dampak.

Namun, di sinilah kecerdasan Bupati Dadang Supriatna diuji. Ia berlari lebih kencang memanfaatkan kebijakan fiskal besar-besaran, salah satunya MBG dari Badan Gizi Nasional (BGN), dan berpotensi menarik dana lebih dari Rp 5 triliun dari APBN. Dana ini datang sebagai penyelamat, mengubah ancaman defisit menjadi surplus peluang. Ini bukan sekadar meminta bantuan, tapi sebuah strategi rekayasa fiskal yang brilian.

Dana Rp 5 triliun ini menjadi katalisator penguatan ekonomi yang luar biasa. Program MBG yang berjalan di Kabupaten Bandung berfungsi sebagai demand creator raksasa. Anggaran pusat tidak hanya "mampir", tapi langsung disalurkan ke masyarakat, menggerakkan roda ekonomi mikro dan mendorong terciptanya sirkular ekonomi di tingkat desa dan kecamatan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.