VISI | Jurus Cerdas Bupati Bedas

ED
Sabtu, 27 September 2025 | 05:39 WIB
Bagikan
VISI | Jurus Cerdas Bupati Bedas

MBG: Mesin Pencetak Lapangan Kerja dan IPC

Bukan cuma soal gizi, tapi soal hajat hidup orang banyak. Berdasarkan data, program MBG di Kabupaten Bandung berpotensi menciptakan lebih dari 15.000 lapangan pekerjaan baru setiap tahun! Bayangkan, 15.000 keluarga baru mendapatkan penghidupan, meningkatkan Pendapatan Per Kapita (IPC) secara signifikan. Angka ini adalah denyut nadi greget ekonomi kerakyatan yang tercipta dari kebijakan fiskal yang cerdas.

Keberanian Bupati bahkan merambah ke sektor unggulan. Beliau secara tegas, dari satu sektor ini saja bisa menjadikan Kabupaten Bandung sebagai daerah Budidaya Ikan. Mengapa? Karena kebutuhan ikan untuk program MBG saja mencapai 1 juta kg! Pasar yang diciptakan ini sungguh masif dan berkesinambungan. Belum kebutuhan lainnya.

Strategi ini sungguh konkret: untuk memenuhi kebutuhan 1 juta kg ikan, kita harus menciptakan 1.000 pembudidaya ikan baru. Melalui Dispakan, pengembangan usaha perikanan difokuskan, bahkan dengan dorongan penggunaan teknologi bioflok. Ini adalah visi penguatan ekonomi yang terstruktur: program pusat menciptakan permintaan (MBG), Pemkab Bandung menyediakan pasokan (budidaya ikan lokal), hasilnya adalah lapangan kerja dan peningkatan wirausaha muda.

Data nyata berbicara: Kecamatan Majalaya, misalnya, sudah menghasilkan 1.654,18 ton ikan lele pada tahun 2024. Desa Padaulun dan Desa Wangisagara sudah dicanangkan sebagai Kampung Perikanan Budidaya. Ini menunjukkan bahwa infrastruktur dan keahlian lokal sudah *siap* menyambut dana APBN triliunan rupiah itu.

Mengamankan Hak Fiskal Daerah

Di tengah kesibukan menjalankan program, Bupati Dadang Supriatna tetap tajam dalam urusan keuangan daerah. Beliau jeli menyoroti pentingnya kepastian hukum mengenai rumus DBH. Ini menunjukkan sikap tegas untuk memperjuangkan hak fiskal Kabupaten Bandung.

Jika formula perhitungan DBH yang lama masih berlaku, Kabupaten Bandung berpotensi mendapatkan cadangan fiskal lebih dari Rp 400 miliar. Angka ini adalah bantalan yang sangat penting. Dengan kepiawaian ini, beliau memastikan daerah tidak hanya menerima "bantuan", tetapi juga mendapatkan haknya secara penuh untuk digunakan dalam pembangunan lebih lanjut.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.