VISI | Jurkam Berakhlak

ED
Senin, 23 September 2024 | 12:58 WIB
Bagikan
VISI | Jurkam Berakhlak

Sebuah pertanyaan muncul, apakah dengan demikian masing-masing tidak boleh melontarkan kritik? Sebetulnya boleh-boleh saja. Sebab, kita tahu bahwa mitra (kalau terlalu lembut, baca: lawan) kontestasi itu bukan malaikat, yang nir-kekeliruan; Ia adalah manusia biasa seperti kita juga -- Yang boleh jadi khilaf dalam membuat kebijakan. Jadi di sini kritik berfungsi sebagai pelaksanaan mekanisme amar makruf nahy munkar. Dan itu wajib hukumnya.

Namun perlu dicatat. Kalau hal itu memang terpaksa kita lakukan, maka dalam mengungkapkannya hendaknya gunakan diksi yang lembut, sebagaimana titah Allah Swt kepada Musa dan Harun ketika para utusan itu ditugaskan untuk menyadarkan Firaun dari kekeliruannya (baca QS. Thaha: 44).

Fitrah manusia adalah suka akan keindahan, kelembutan dan kesopanan. Dan secara fitri pula mereka benci kepada ungkapan kasar, vulgar apalagi bernuansa penuh persumusuhan. Barangkali kita masih ingat ucapan indah Clinton ketika ia menyebut lawan kontestasinya dalam memperebutkan kursi kepresidenan di negeri Paman Sam: "He is my opponent, but not my enemy." Prof Buchori mengomentari kalimat tersebut dengan: "What a lovely expression." Kalau kultur Barat saja demikian, apalagi budaya kita yang beralaskan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Saw.

Buat para juru kampanye atau Jurkam, jadilah Jurkam yang berakhlak yang mengedepankan prinsip "fastabiqul khairat," dan bukan tajassus.

Wallahu A`lam.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.